Tampilkan postingan dengan label Informasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Informasi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 16 Februari 2019

SI HITAM PENGAMPUN DOSA





Hitam deng... deng... bijinya hitam
Tetapi... banyak manfaat
Itulah... kopi namanya...

Wuih malam-malam begini memang paling enak ngopi sambil ditemani tembang dangdut syahdu dari Mbak Rita Sugiarto. Apalagi dengan tugas dan kegiatan menumpuk, kita perlu asupan energi ekstra. Salah satunya dengan mengkonsumsi kopi. Tau enggak, Guys, dibalik rasanya yang pahit, kopi memiliki banyak sekali manfaat. Di antaranya untuk meningkatkan fungsi otak dan memperbaiki mood. Selain dari segi kesehatan, ternyata kopi juga bermanfaat dari segi kecantikan juga, loh. Mau tau? Eitss, tunggu dulu. Kita bahas sejarah kopi dulu, yuk!

Asal usul kopi sebenarnya belum diketahui dengan pasti. Konon katanya, biji kopi pertama kali ditemukan di Ethiopia pada abad ke-9. Akan tetapi budidaya dan perdagangan biji kopi mulai populer pada abad ke-15 oleh pedagang Arab di Yaman. Ketika pedagang Arab mulai meluaskan daerah perdagangannya, saat itulah biji kopi dikenal dan tersebar sampai ke daerah Afrika Utara. Dari Afrika Utara biji kopi kemudian meluas sampai ke Asia hingga ke Pasaran Eropa pada abad ke-17. Akan tetapi karena iklim Negara Eropa yang tidak sesuai dengan daerah pertumbuhan biji kopi sehingga biji kopi tidak tumbuh baik di Negara Eropa.
Ada cerita melegenda dibalik asal usul penemuan biji kopi tersebut. Salah satu legenda mengatakan bahwa kopi pertama kali ditemukan oleh Khaldi pada tahun 850 disaat Khaldi menemukan kambing-kambingnya melompat kegirangan seperti orang menari setelah memakan buah beri berwarna merah yang tak lain adalah biji kopi. Dari sanalah biji kopi mulai dikenal sebagai minuman penambah energi dan mengusir rasa kantuk. Legenda lain mengatakan bahwa biji kopi pertama kali ditemukan oleh Ali bin Omar Al Shadili seorang tabib penganut sufi yang tinggal di Kota Mocha, Yaman. Omar dikenal sebagai tabib yang melakukan penyembuhan dengan tindakan medis dan doa. Karena tindakannya dianggap sesat, maka Omar di usir kemudian menetap di dalam gua-di luar Kota Mocha. Saat Omar mulai kelaparan, ia pun menemukan buah beri berwarna merah yang merupakan biji kopi. Rasa biji kopi yang pahit membuat Omar melakukan berbagai cara untuk menikmati biji kopi agar terasa nikmat. Meski berbagai cara telah dilakukan, biji kopi tersebut masih terasa pahit. Akhirnya Omar menyerah dan mencoba meminum cairan yang dihasilkan dari biji kopi untuk menghilangkan rasa hausnya. Dan saat itulah pertama kali ditemukan cairan yang mampu menyegarkan tubuh yang kemudian dikenal dengan nama Mocha. Dari kedua legenda tersebutlah asal usul sejarah biji kopi mulai menyebar di seluruh dunia.

Berbicara mengenai kopi, ada lebih dari 100 spesies tanaman kopi yang dikenal. Namun kebanyakan tidak enak rasanya atau memiliki hasil panen yang kecil. Hanya ada 2 spesies yang sering diproduksi dan dikonsumsi masyarakat dunia yaitu robusta dan arabika. Kedua spesies ini memiliki perbedaan pada jenis tanaman dan kondisi tanam. Kopi arabika memiliki bentuk biji yang lebih lonjong dan ukuran yang lebih besar dari robusta. Meski jenis zat yang terkandung sama, kadar kandungan zat di dalam arabika dan robusta berbeda. Secara umum jenis kopi tergolong dalam empat varietas yaitu Kopi Arabik, Kopi Robusta, Kopi Liberika dan Kopi Excelsa. Sedangkan macam-macam Kopi Indonesia yang mendunia, di antaranya :

1. Kopi Gayo
2. Kopi Sidikalang
3. Kopi Mandailing
4. Kopi Flores
5. Kopi Merapi
6. Kopi Pinogu
7. Kopi Malinau
8. Kopi Sipirok
9. Kopi Priangan atau Kopi Preanger
10. Kopi Amungme
11. Kopi Lahat
12. Kopi Lintong
13. Kopi Luwak
 14. Kopi Temanggung
15. Kopi Besemah
16. Kopi Dampit
17. Kopi Lombok
 18. Kopi Sasak Liseng
19. Kopi Solok Selatan
20. Kopi Wamena
21. Kopi Java Ijen-Raung
22. Kopi Kintamani
23. Kopi Lampung
24. Kopi Garut
25. Kopi Lanang
2.6. Kopi Anggur
2.7. Kopi Manggar
2.8. Kopi Joss
29. Kopi Rarobang
30. Kopi Khotok



Dari berbagai jenis dan macam kopi di atas, ada beberapa kopi yang diolah dengan mencampurkan bahan-bahan tertentu untuk memberikan varian rasa yang enak untuk dikonsumsi baik dari kalangan tua maupun muda. Jenis kopi olahan seperti inilah yang banyak ditemukan di resto atau kafe yang dikonsumsi oleh pelanggan. Jenis-jenis kopi olahan tersebut adalah Exspresso, Americano, Macchiato, Cappucino, Flate White, Mocha, Affogato, Latte dan Latte Macchiato. Nah, kira-kira dari jenis kopi olahan tersebut, yang mana, nih, yang pernah kalian konsumsi?



Banyak rumor tentang kopi yang simpang siur di masyarakat mengenai manfaatnya bagi kesehatan. Dari yang baik hingga yang buruk, dari obat kanker hingga penyebab stroke. Hal ini butuh penelitian lebih lanjut, hingga saat ini penelitian masih terus berlangsung. Berikut manfaat kopi bagi kesehatan yang sudah ditemukan oleh para ahli:

1. Meningkatkan Fungsi Otak dan Memperbaiki Mood
2. Stimuli Fungsi Saraf dan Menambah Energi
3. Meredakan Sakit Kepala
4. Mencegah Parkinson dan Alzheimer
5. Mengurangi Resiko Diabetes Tipe II
Pemakaian kopi sebagai bahan dasar kecantikan bukan tanpa sebab. Ia mengandung banyak sekali manfaat serta mudah ditemukan. Jadi untuk Anda yang gemar do it yourself, ada banyak cara perawatan wajah dan tubuh yang bisa Anda pelajari dengan menggunakan bahan yang satu ini.
1. Mengencangkan Kulit Wajah dan Menghilangkan Mata Panda
2. Menjaga Kesuburan Rambut
3. Antioksidan dan Mengangkat Sel Kulit Mati

Nah banyak sekali bukan manfaat kopi? Meskipun manfaatnya sangat banyak, tetapi kita jangan mengkonsumsinya secara berlebihan. Kisaran yang diajurkan dalam mengkonsumsi kopi perhari adalah 3 - lima cangkir sesuai dengan jenis kegiatan masing-masing. Ketika mengkonsumsi kopi, jangan lupa pula untuk mengkonsumsi air putih setiap hari agar fungsi ginjal terjaga. Di balik manfaat kopi yang begitu besar, ternyata kopi juga bisa menjadi pengampun dosa, loh!? Kok, bisa!?

Pernyataan ini diambil dari cerita seorang ulama yang bernama as-Sayyid Ahmad bin Ali Bahr Al Qadimi . Saat itu beliau bertemu dengan Rasulullah dalam keadaan terjaga. Kemudian beliau berkata "Wahai Rasulullah, aku ingin mendengar hadist darimu tanpa perantara". Kemudian Rasulullah bersabda, "Aku akan memberimu 3 hadist yang salah satunya :"Selama bau biji kopi masih tercium aromanya di mulut seseorang, maka selama itu pula malaikat akan beristiqfar (memintakan ampun) untukmu".

Dari hadist di atas telah dijelaskan bahwa barang siapapun yang mengkonsumi atau meminum kopi, maka malaikat akan memintakan ampun atas dosa-dosamu kepada Allah SWT, selama aroma kopi masih tercium dari mulutmu. Banyak yang tidak percaya bahkan menentang kebenaran hadist tersebut, dan saya pun masih belum menemukan hadist lain yang shahih daripada hadist yang telah dikemukakan di atas. Kiranya bagi pembaca yang mengetahui Hadist perihal ini secara terperinci dapat membagikan ilmunya kepada kita semua. Permasalahan percaya atau tidak, saya kembalikan kepada keyakinan pembaca masing-masing. Setidaknya bagi saya mempercayai hal ini tidak merugikan sama sekali, apalagi ditambah dengan rasa kopi yang nikmat, menambah kegilaan saya dalam mengkonsumsi kopi. Nah, gimana Guys? Apakah kalian sudah mengkonsumsi kopi hari ini? Kalau belum, jangan lupa konsumsi kopinya hari ini, ya.
Yup, sampai di sini dulu artikel ini saya tulis. Untuk jenis dan manfaat kopi secara terperinca akan saya bahas pada artikel berikutnya.



Sumber bacaan :
https://googleweblight.com/i?u=https://mycoronjengking.blogspot.com/2017/03/sunnah-meminum-kopi.html?m%3D1&hl=id-ID
https://googleweblight.com/i?u=https://www.sasamecoffee.com/kopipedia/manfaat-kopi-hitam-hijau-kesehatan-kecantikan/&hl=id-ID
https://googleweblight.com/i?u=https://www.sasamecoffee.com/kopipedia/sejarah-dan-jenis-kopi/&hl=id-ID
https://www.msn.com/id-id/kuliner/foodnews/9-jenis-kopi-yang-harus-kamu-ketahui-mulai-espresso-hingga-latte-macchiato/ar-BBKhEQF




Senin, 31 Desember 2018

TUTORIAL CEPAT MAHIR COREL DRAW







Martapura, Desember 2018
Rosidah Albana

Cover @RossyBlackmonster

Corel  Draw merupakan sebuah sofware pengolah grafis berbasis vektor yang telah dikenal banyak orang yang berkecimpung di dunia desain grafis. Salah satu keunggulan Corel Draw dibanding sofware pengolah grafis yang lain ialah terletak pada kemudahan dan kesederhanaan dalam pengoprasiannya. Dengan sofware ini, para ahli desain grafis tidak perlu khawatir, sebab Corel Draw mampu membuat layout-layout sederhana hingga desain yang sangat rumit sekalipun. Dengan kata lain, sofware ini juga cocok bagi para pemula yang baru saja berkecimpung di dunia desain grafis, sebab karena kemudahan pengoperasiannya.

Tutorial ini sengaja penulis hadirkan bagi para pemula agar memudahkan dalam mendesain suatu obyek. Pembahasan yang disajikan cukup singkat, padat dan jelas yang disertai dengan gambar-gambar pendukung untuk memudahkan dalam pemahaman. Semoga dengan adanya tutorial ini dapat membantu dan bermanfaat para pemula dalam mengembang diri di dunia desain grafis.

KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI ii
PENGENALAN KOMPONEN COREL DRAW 1
MEMBUKA, MENUTUP, DAN MENYIMPAN LEMBAR KERJA COREL DRAW 11
12 TUTORIAL CEPAT MAHIR COREL DRAW 17
MEMBUAT LOGO KATON MULYO 17
MEMBUAT LOGO LECKEREI 21
PENGGUNAAN EFEK BLENDING I 23
PENGGUNAAN EFEK BLENDING II 25
PENGGUNAAN EFEK BLENDING III 27
MEMBUAT LOGO PON OLAHRAGA 29
MEMBUAT LOGO PERTAMINA 31
MEMBUAT TEXT DESAIN GRAFIS 33
MEMBUAT TEXT ANZI 36
MEMBUAT TEXT CLIP 39
MEMBUAT TEXT RAMADHAN 43
MEMBUAT LABEL VCD ATAU DVD 45

Saat pertama kali kita membuka lembar kerja Corel Draw, baik itu versi 12 (X2) sampai dengan Versi Corel Draw X6, maka akan muncul tampilan dalam bentuk tab yang berisi menu-menu perintah dalam menjalankan program Corel Draw.

Adapun Tab menu utama terdiri atas menu File, Edit, View, Layout, Arrange, Effect, Bitmaps, Text, Tools, Windows dan Help. Tab Menu tersebut menjadi tampilan dasar bagi Corel Draw Versi X2, X3, X4, X5 dan X6 sedangkan pada versi Corel Draw X7 dan X8 tampilan tab menu Arrange berubah menjadi tab menu Object, akan tetapi fungsi-fungsi ikon di dalamnya tetaplah sama, hanyasanya berubah nama.

Pada tiap versi Corel Draw yang dirilis pada hakekatnya, sama. Yaitu Tab menu yang disajikan memiliki fungsi dan kegunaan yang sama, namun setiap Versi baru yang dirilis memiliki fungsi-fungsi tambahan guna  memudahkan dalam penggunaan Corel Draw. Adapun tampilan lembar kerja Corel Draw X2, X3, X4, X5 dan X6 dapat dilihat di bawah ini :


Untuk tutorial selengkapnya dapat di download di
https://drive.google.com/file/d/1JCf8WEmIhoBq2TE-bacsl7-MEuqfl0Vy/view?usp=drivesdk

Kamis, 08 September 2016

MINYAK DAN LEMAK (PENETAPAN LEMAK KASAR METODE EKSTRAKSI SOXHLET)

PRAKTIKUM III
I.    PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang
Lemak dan minyak adalah salah satu kelompok yang termasuk pada golongan lipid, yaitu senyawa organic yang terdapat di alam serta tidak larut dalam air, tetapi larut dalam pelarut organic (non polar). Misalnya dietel, kloroform, benzene dan hidrokarbon lainnya. Lemak dan minyak dapat larut dalam pelarut yang disebutkan di atas karena lemak dan minyak mempunyai polaritas yang sama dengan pelarut tersebut (Ginting dan Kerlina, 2002).
Lemak dan minyak merupakan senyawa trigliserida atau triasigliserol yang berarti “tiester dari gliserol”. Jadi, lemak dan minyak merupakan senyawa eter. Hasil hidrolisis lemak dan minyak adalah asam karboksilat dan gliserol. Asam karboksilat ini juga disebut asam lemak yang mempunyai rantai hidrokarbaon yang panjang dan tidak bercabang (Ginting dan Herlina, 2002).
Kadar lemak dapat ditetapkan dengan menggunakan pelarut organik selain lemak juga terikut fosfolipida, sterol, asam lemak bebas, karetonoid dan pigmen yang lain. Karena itu hasil analisisnya disebut lemak kasar. Pada garis besarnya analisi lemak kasar ada 2 cara, yaitu cara kering (ekstraksi panas) dan cara basah (ekstraksi dingin). Ekstraksi lemak dari bahan kering dapat dikerjakan secara terputus-putus (berkesinambungan). Ekstraksi terputus-putus dapat dijalankan dengan alat soxhlet atau ASTM (Darmasih, 1997).

B.  Tujuan Praktikum
Adapun tujuan dari praktikum ini adalah :
1.  Memahami cara melakukan analisis lemak kasar dengan metode ekstraksi soxhlet.
2.  Melakukan perhitungan kadar lemak kasar baik kadar lemak.
3.  Mampu menganalisis kadar-kadar berbagai jenis bahan atau produk pertanian.

II.   METODOLOGI
A.  Alat dan Bahan
Alat Yang digunakan
Peralatan yang digunakan pada praktikum ini adalah :
1.  Alat ekstraksi lemak lengkap dengan kondensor dan labu lemak.
2.  Alat pemanas listrik atau penangas uap.
3.  Oven.
4.  Neraca analitik.
Bahan yang digunakan
Adapun bahan yang digunakan pada praktikum ini adalah :
1.  Tapioca
2.  Kacang tanah
3.  Heksan (sebagai pereaksi)

B.  Metode Kerja
1.  Labu lemak diambil yang ukurannya sesuai dengan alat ekstraksi soxhlet yang akan digunakan (a)
2.  Dikeringkan di dalam oven dan didinginkan di dalam desikator kemudian ditimbang (a)
3.  Hasil (a)
1.  Ditimbang 5 gr sampel dalam bentuk tepung dan kering serta langsung dimasukkan ke dalam kertas saring yang sesuai ukurannya (b)
2.  Kemudian ditutup dengan kapas yang bebas lemak sebagai alternative sampel dapat dibungkus dengan kertas saring (b)
3.  Timbel atau kertas saring yang berisi sampel diletakkan di dalam alat ekstraksi soxhlet (b)
4.  Kemudian dipasang alat kondensor di atasnya dan labu lemak di bawahnya (b)
5.  Pelarut dietel atau petroleum eter dituangkan ke dalam labu lemak secukupnya sesuai dengan ukuran soxhlet yang digunakan (b)
6.  Refluks dilakukan selama minimum 5 jam sampai pelarut yang kembali ke labu berwarna jernih (b)
7.  Pelarut yang ada di dalam labu lemak didestilasi dan pelarutnya ditampung (b)
8.  Selanjutnya labu lemak yang berisi lemak hasil ekstraksi dipanaskan di dalam oven pada suhu 1050C (b)
9.  Seteleh dikeringkan sampai berat tetap dan didinginkan dalam desikator, ditimbang labu beserta lemaknya tersebut dan berat lemak dapat dihitung (b)
10. Hasil (b)

III. HASIL DAN PEMBAHASAN
A.  Hasil
Adapun hasil yang didapatkan pada praktikum ini adalah sebagai berikut :
1.  Berat sampel tapioca (3,02 gr) dan kacang tanah (3,02 gr)
2.  Berat labu lemak tapioca (101,92 gr) dan kacang tanah (118,41 gr)
3.  Berat labu lemak + lemak tapioca (101,93 gr) dan kacang tanah (120,12 gr)
4.  Berat lemak tapioca (0,01 gr) dan kacang tanah (1,71 gr)
5.  Kadar lemak tapioca (0,33%) dan kacang tanah (56,62%)

B.  Pembahasan
Pada praktikum yang telah dilaksanakan untuk menentukan atau meneapkan lemak kasar suatu bahan/produk pertanian dapat dilakukan dengan menggunakan metode Soxhlet. Metode Soxlhet biasanya digunakan untuk ekstrasi lemak dari bahan yang kering.
Prinsip dalam menentukan lemak kasr yaitu lemak diekstrak dengan pelarut non polar, seperti heksan dan dietel eter. Setelah pelarutnya diuapkan, lemaknya dapat ditimbang dan dihitung persentasenya.
Sampel yang digunakan 5 gr yang dimasukkan ke dalam kertas saring setelah itu dimasukkan kapas dan labu dipasang di bawahnya dan pelarut yang digunakan adalah dietel eter atau petrolom eter. Setelah itu diletakkan di atas penangas air sampai mendidih kemudian dihitung sampai 2 jam kemudian dimatikan. Kemudian dilanjutkan selama 2 jam dengan penangas air yang sedang menyala sedangkan 1 jamnya dengan penangas air yang telah dimatikan, dan proses ini disebut refluks.
Dari praktikum yang telah dilaksanakan didapat hasil bahwa kacang tanah memiliki kadar lemak yang paling tinggi dari pada kacang-kacangan karena kacang tanah mengandung omega 3 yang merupakan lemak tak jenuh tunggal.
Kacang tanah memiliki kadar lemak yang tinggi yaitu sebesar 56,62% daripada tapioca yang hanya mengandung kadar lemak sebesar 0,33%, hal ini diakibatkan karena tapioca lebih banyak mengandung protein dan pati daripada lemak.

IV.   KESIMPULAN
Kesimpulan yang didapatkan dari praktikum ini adalah
1.  Lemak kasar dapat ditentukan dengan metode soxhlet.
2.  Analisis kadar lemak dapat ditentukan dengan cara kering dan basah.
3.  Lemak dan minyak adalah suatu senyawa yang merupakan ester dari gliserol dan asam lemak.
4.  Kacang tanah memiliki kadar lemak yang lebih tinggi dibandingkan dengan tapioca yaitu sebesar 56,62%.

DAFTAR PUSTAKA
Darmasih. 1997. Penetapan Kadar Lemak Kasar dalam Makanan Ternak Non Ruminansia dengan Metode Kering. http://peternakan.litbang.deptan.go.id diakses tanggal 14 Oktober 2009 jam 20.00 Wita.
Ginting dan Herlina. 2002. Lemak dan Minyak. Http://library.usu.ac.id diakses tanggal 14 Oktober 2009 jam 20.00 Wita.



Rabu, 07 September 2016

MAKALAH PROSES PEMBUATAN KAIN SASIRANGAN

Hasil gambar untuk kain sasirangan khas kalimantan selatan
Sumber Gambar : infobanua.co.id
Hasil gambar untuk kain sasirangan khas kalimantan selatan
Sumber Gambar : jualbajupriaonlinebanjarmasin.wordpress.com

BAB I
PENDAHULUAN
1.          Latar Belakang
Pakaian merupakan salah satu kebutuhan primer dan sangat penting bagi kehidupan manusia sesudah kebutuhan akan pangan terpenuhi. Sejak zaman dahulu manusia telah mengenal dan menggunakan pakaian, meskipun masih sangat sederhana. Pakaian yang digunakan pada zaman dahulu terbuat dari bahan yang sangat sederhana dan mudah didapatkan seperti rerumputan dan dedaunan yang mudah mereka temukan di lingkungan sekitar. Mereka hanya memikirkan bagaimana caranya menutupi serta melindungi tubuh dan kulit mereka dari segala hal yang dapat mengganggu, tanpa memikirkan apa kah pakaian tersebut nyaman, bagus atau cocok untuk mereka kenakan. Hal tersebut terjadi karena teknologi dan pemikiran manusia yang masih rendah pada waktu itu. Namun, seiring perkembangan zaman dan teknologi yang semakin canggih, kini pakaian dapat dibuat dari berbagai macam bahan, tidak terbatas pada tumbuhan namun juga hewan dan bahan sintetis atau buatan.
Bahan-bahan tersebut sebelum digunakan untuk pakaian, terlebih dahulu diolah menjadi benang/serat kemudian dipintal menjadi kain dan dibuat pola serta dijahit sehingga dapat menutupi tubuh/kulit dari gangguan luar misalnya sengatan matahari. Kain-kain yang digunakan untuk membuat pakaian terdiri atas beberapa macam jenis sesuai dengan bahan asal pembuatannya serta pola yang diolah. Salah satu jenis kain berdasarkan pola yang diolah yaitu kain batik. Kain batik merupakan bahan tekstil yang mempunyai pola/corak (gambar) yang khas dan dapat dibuat secara manual atau tradisional. Pola/corak yang dilukiskan pada kain batik biasanya memiliki ciri khas dan nama yang berbeda pada setiap daerah di Indonesia. Misalnya saja di Kalimantan Selatan disebut dengan Kain Sasirangan. Di Kalimantan Selatan kain sasirangan tidak hanya digunakan sebagai pakaian, namun juga digunakan sebagai aksesoris seperti tas, ikat kepala, sabuk, kemben dan lain-lain.
Kain Sasirangan merupakan salah satu ciri khas Kalimantan Selatan yang perlu dilestarikan dan dibudayakan oleh seluruh warga Indonesia, khususnya warga Kalimantan Selatan sendiri. Salah satu cara apresiasi warga dalam melestarikan kebudayaan kain sasirangan yaitu dengan cara mengetahui proses pembuatannya hingga menjadi sebuah kain sasirangan yang dapat ditemukan di pasaran. Hal tersebut melatarbelakangi penulisan makalah ini sehingga dapat dijadikan sebagai sumber pengetahuan.


2.         Tujuan
Pembuatan makalah ini bertujuan untuk :
a.         Memenuhi tugas yang telah diberikan oleh guru pengajar
b.        Mengetahui fungsi pakaian dan jenis-jenis kain
c.         Mengetahui sejarah asal-usul kain batik
d.        Mengetahui proses pembuatan kain sasirangan

3.         Rumusan Masalah
a.         Apa yang dimaksud dengan pakaian dan apa saja fungsinya?
b.        Apa saja jenis-jenis kain yang digunakan untuk membuat pakaian
c.         Bagaimana sejarah asal – usul kain sasirangan
d.        Bagaimana proses pembuatan kain sasirangan

BAB II
PEMBAHASAN
1.          Pengertian Pakaian dan Fungsinya
Pakaian adalah bahan tekstil dan serat yang digunakan sebagai penutup tubuh. Pakaian adalah kebutuhan pokok manusia selain makanan dan tempat berteduh/tempat tinggal (rumah). Salah satu tujuan utama dari pakaian adalah untuk menjaga pemakainya merasa nyaman. Dalam iklim panas busana menyediakan perlindungan dari terbakar sinar matahari atau berbagai dampak lainnya, sedangkan di iklim dingin sifat insulasi termal umumnya lebih penting.
Pakaian melindungi bagian tubuh yang tidak terlihat. Pakaian bertindak sebagai perlindungan dari unsur-unsur yang merusak, termasuk hujan, salju dan angin atau kondisi cuaca lainnya, serta dari matahari. Pakaian juga mengurangi tingkat risiko selama kegiatan, seperti bekerja atau olahraga. Pakaian kadang-kadang dipakai sebagai perlindungan dari bahaya lingkungan tertentu, seperti serangga, bahan kimia berbahaya, senjata, dan kontak dengan zat abrasif. Sebaliknya, pakaian dapat melindungi lingkungan dari pemakai pakaian, seperti memakai masker (Wikipedia, 2013).
Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa pakaian ialah bahan yang terbuat dari tekstil atau serat yang diolah dengan cara dipintal atau ditenun sehingga dapat menutupi dan melindungi tubuh serta kulit dari berbagai gangguan dari luar yang menyebabkan ketidaknyamanan dan ketidakamanan pada tubuh dan kulit seperti sengatan sinar matahari dan debu.


2.         Jenis-Jenis kain
Kain merupakan jenis bahan tekstil yang diolah sedemikian rupa dengan menyilangkan benang lusi dan benang pakan. Serat tekstil dapat dikelompokkan atas dua yaitu serat alam dan serat buatan. Untuk serat buatan dibagi menjadi dua yaitu serat setengah buatan dan serat sintetis. Seiring berkembangnya minat serta selera konsumen terhadap variasi warna tekstil dan kenyamanan kain merupakan hal penting yang harus diperhatikan, yang merupakan era globalisasi sebagai gelombang menuju perubahan modernitas pada saat ini sudah melanda sendi kehidupan termasuk peningkatan kebutuhan kain. Warna-warna indah yang telah dihasilkan akan menimbulkan daya tarik yang tinggi bagi konsumennya yang mempunyai kekuatan tersendiri dan dapat menciptakan suasana tertentu bagi konsumen, dan kenyamanan kainnya juga menjadi utama dalam menghadapi cuaca yang tidak menentu. Serat tekstil dapat dikelompokkan atas dua yaitu serat alam dan serat buatan. Untuk serat buatan dibagi menjadi dua yaitu serat setengah buatan dan serat sintetis (Efnarayi Siagian, 2015).
Adapun jenis-jenis kain yang dapat digunakan untuk membuat pakaian yaitu :
a.         Kain Blacu adalah jenis kain yang terbuat dari bahan dasar kapas. 
b.        Kain PE merupakan kain yang terbuat dari benang polyester.
c.         Kain Katun merupakan salah satu jenis kain hasil rajutan (knitting) yang berbahan dasar serat kapas. 
d.        Kain Chiffon adalah bahan yang sangat lembut, halus, transparan, dan ‘jatuh’ mengikuti bentuk badan.
e.         Kain Denim merupakan kain berbahan sedikit keras dan berat yang sering kita kenal dengan jeans.
f.          Kain Flannel merupakan salah satu jenis kain yang dibuat dari bahan dasar serat wol,
g.         Kain Rayon merupakan jenis kain yang biasanya tampak berkilau dan tidak mudah kusut
h.        Kain Sutra merupakan jenis bahan yang sangat ringan dan memiliki tekstur yang sangat lembut 
i.           Kain Satin merupakan jenis kain yang memiliki permukaan mengkilap serta licin, namun bagian belakangnya suram.
j.           Kain Lycra merupakan jenis kain yang bertekstur lembut dan elastic
k.        Kain Katun jepang merupakan kain katun yang berasal dari negera jepang dan harganya relative lebih mahal.

3.         Sejarah Kain Sasirangan
Kain sasirangan merupakan kain yang bercorak/berpola yang berasal dari Kalimantan Selatan. Kata Sasirangan berasal dari kata “Sa” yang berarti Satu dan “Sirang” yang berarti jelujur. Kata itu diambil dari proses pembuatan kain sasirangan itu sendiri yaitu dengan cara dijelujur, kemudian jelujurnya disimpul dan dicelupkan untuk proses pewarnaan. Dari sumber yang penulis dapatkan, dikatakan bahwa asal-usul kata Sasirangan berasal pada sekitar abad XII sampai XIV dimana pada saat itu di Kerajaan Dipa, Patih Lambung Mangkurat bertapa selama 40 hari 40 malam di atas rakit yang mengikuti arus sungai. Menjelang Tapanya berakhir, Patih Lambung Mangkurat tiba di Kota Bantung daerah Rantau dan mendengar suara wanita di dalam sebuah buih. Wanita itu tidak akan keluar dari buih yang menutupinya apabila syarat yang diminta tidak terpenuhi. Adapun syarat yang diminta wanita yang tak adalah putri junjung buih yaitu sebuah istana batung yang harus selesai dalam sehari serta pakaian yang dapat selesai satu hari yang ditenun dan dicalap (dicelupkan) dan diwarnai oleh 40 orang putri denga motif wadi/padi waringin. Dari sanalah orang-orang menyebut kain yang ditenun dan dicelupkan kemudian dikasih warna dan corak dengan kain sasirangan.

4.        Proses pembuatan kain sasirangan
Secara umum proses pembuatan kain sasirangan dapat dilihat pada skema di bawah ini


Sumber Gambar : http://asikbelajar.com

Secara terperinci dapat dijelaskan seperti di bawah ini :

Menyiapkan Kain Putih
Langkah pertama dalam membuat kain sasirangan yaitu mempersiapkan bahan kain putih polos sesuai dengan ukuran yang diinginkan. Pada awal kemunculannya bahan baku yang digunakan untuk membuat kain sasirangan yaitu berupa serat kapas (cotton), namun seiring berjalannya waktu saat ini lebih banyak memanfaatkan material lain seperti santung, balacu, kaci, king, satin, polyester, rayon, dan sutera. 
Pembuatan Kain Sasirangan
Sumber Gambar : https://fitinline.com

Pembuatan Pola Desain Pada Media Kain
Setelah itu dilanjutkan dengan pembuatan pola gambar tradisional sesuai dengan motif yang dikehendaki. Pola-pola inilah yang kemudian dijadikan patokan dalam menjahit kain tersebut. Pola-Pola yang dapat digunakan dalam pembuatan kain sasirangan yaitu Iris Pudak, Kambang Raja, Bayam Raja, Kulit Kurikit, Ombak Sinapur Karang. Bintang Bahambur. Sari Gading. Kulit Kayu, Naga Balimbur, Jajumputan, Turun Dayang. Kambang Tampuk Manggis, Daun Jaruju, Kangkung Kaombakan. Sisik Tanggiling, Kambang Tanjung
Pembuatan Kain Sasirangan
 Sumber Gambar : https://fitinline.com

Menjahit Jelujur
Selanjutnya pola-pola tersebut dijahit jelujur menggunakan benang atau bahan perintang lainnya dengan jarak satu sampai dua mili meter atau dua sampai tiga mili meter. Benang-benang yang terdapat pada setiap jahitan-jahitan pola tersebut ditarik sampai membentuk kerutan-kerutan.



Membersihan Kain
Bila kain yang digunakan mengandung kanji maka harus dibersihkan terlebih dahulu dengan cara merendamnya dalam air dingin yang telah dicampur dengan kaporit selama satu malam.


Pewarnaan Kain
a.         Sedikitnya terdapat tiga cara pewarnaan kain sasirangan, diantaranya pencelupan, pencoletan, serta kombinasi keduanya (pencelupan dan pencoletan). \Teknik
b.        pencelupan digunakan untuk memperoleh satu warna saja, yaitu dengan cara mencelupkan kain ke dalam larutan zat pewarna, kecuali pada bagian kain yang dijelujur. bagian yang dijelujur akan tetap berwarna putih.
c.         Pewarnaan dengan cara dicolet biasanya dilakukan apabila motif yang dibuat memerlukan lebih dari satu warna. Pada teknik pencelupan dan pencoletan, untuk memperoleh warna dasar yang bagus kain dicelup terlebih dahulu kemudian dicolet dengan variasi warna sebagaimana telah direncanakan.

Dahulu kala kain sasirangan diberi warna dengan zat pewarna yang dibuat dari bahan-bahan yang bersifat alami, yakni dibuat dari biji, buah, daun, kulit, atau umbi tanaman yang tumbuh liar di hutan atau sengaja ditanam di sekitar tempat tinggal para pembuat kain sasirangan itu sendiri. Ada 6 warna utama kain sasirangan yang dibuat dari zat pewarna alami dimaksud, yakni :
1.     Kuning, bahan pembuatnya adalah kunyit atau temulawak.
2.    Merah, bahan pembuatnya adalah gambir, buah mengkudu, lombok merah, atau kesumba (sonokeling, pen)
3.     Hijau, bahan pembuatnya adalah daun pudak atau jahe
4.    Hitam, bahan pembuatnya adalah kabuau atau uar
5.    Ungu, bahan pembuatnya adalah biji buah gandaria (bahasa Banjar Ramania, pen)
6.    Coklat, bahan pembuatnya adalah uar atau kulit buah rambutan

Tetapi Zat warna yang sering  digunakan saat ini adalah zat warna naphtol dengan garamnya. Bahan lainnya sebagai pembantu adalah soda api (NaOH), TRO/Sepritus, air panas yang mendidih.



Sumber Gambar : https://putrinada.wordpress.com

Melepas Jahitan Jelujur
Selanjutnya benang-benang jahitan atau ikatan pada kain yang digunakan untuk menjelujur tersebut kemudian dilepaskan seluruhnya, apabila kain dirasa sudah agak kering. Sehingga akan terlihat motif-motif bekas jahitan yang tampak diantara kain tersebut.
Pembuatan Kain Sasirangan
Sumber Gambar : https://fitinline.com

Pencucian
Setelah seluruh perintang dilepaskan, barulah kemudian dicuci sampai bersih ditandai dengan air bekas cuciannya yang jernih atau tidak berwarna lagi.

Pembuatan Kain Sasirangan

Sumber Gambar : https://putrinada.wordpress.com dan https://fitinline.com

Pengeringan
Tahap selanjutnya, kain dijemur di tempat yang teduh dan tidak terkena paparan sinar matahari langsung.
 Pembuatan Kain Sasirangan
Sumber Gambar : https://fitinline.com

Finishing / Disetrika
Sebagai penyempurnaan akhir dari proses pembuatan kain sasirangan, kain tersebut kemudian di setrika agar menjadi halus, licin dan rapi.
Pembuatan Kain Sasirangan

 Sumber Gambar : https://fitinline.com

BAB III
PENUTUP
1.          Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat penulis jabarkan pada makalah ini yaitu :
a.         Pakaian merupakan kebutuhan primer yang sangat dibutuhkan oleh manusia setelah kebutuhan sandang dan pangan.
b.        Pakaian berfungsi untuk melindungi tubuh serta kulit dari gangguan dari luar seperti sengatan matahari, kuman, debu, dan berbagai benda berbahaya.
c.         Pakaian dapat dibuat dari berbagai jenis bahan seperti kulit hewan, tumbuhan serta bahan sintesis/buatan.
d.        Beberapa jenis kain yang biasa digunakan untuk membuat pakaian yaitu kain wol, kain katun, kain jeans, kain sutra dan lain-lain.
e.         Salah satu kain bercorak yang berasal dari Kalimantan Selatan disebut dengan Kain sasirangan.
f.          Kain sasirangan berasal dari kata “sa” dan “sirang” yang berarti satu jelujur, nama ini diambil dari proses pembuatannya yang dijelujur dan disimpulkan menjadi satu.
g.         Proses pembuatan kain sasirangan meliputi penyiapan kain putih, membuat pola, menjahit jelujur, membersihkan kain, pewarnaan kain, melepas jahitan jelujur, pengeringan dan penyetrikaan.

2.         Saran
Hendaknya sebagai warga Indonesia khususnya warga Kalimantan Selatan kita selalu melestarikan kebudayaan daerah khususnya kain sasirangan yang menjadi salah satu corak/ciri khas warga kalsel. Serta hendaknya kita selalu menghargai para pengrajin dengan cara membeli kain sasirangan asli buatan tangan (manual) bukan yang berasal dari teknologi mesin.
  
DAFTAR PUSTAKA
Efnarayi Siagian. 2015. http://pengetahuantekstilbusana.blogspot.co.id. Diakses tanggal 07 September 2016 pukul 21.00 Wita

Anonim1. 2014. 9 Proses Pembuatan Kain Sasirangan. https://fitinline.com. Diakses tanggal 07 September 2016 pukul 21.00 Wita

Wikipedia. Pakaian. 2013. https://id.wikipedia.org. Diakses tanggal 07 September 2016 pukul 21.00 Wita

Putri Nada W. 2013. Cara/Proses pembuatan Kain Sasirangan. https://putrinada.wordpress.com
http://batiksasirangan.com/. Diakses tanggal 07 September 2016 pukul 21.00 Wita

Anonim2. 2014. Kain Sasirangan: Sejarah, Arti dan Motif. http://www.asikbelajar.com. Diakses tanggal 09 September 2016 pukul 21.00 Wita