Sabtu, 22 Juni 2019

Qorun di Zaman Milenial

"Lebih mudah bersabar di waktu sempit ketimbang bersabar di waktu lapang"





Sabar, kata yang sangat mudah diucap lisan, namun susah diresap hati. Banyak insan yang mengata sabar, namun perilaku tak mencerminkan kata sabar. Sabar berbuah pahala yang tiada terhingga, ibarat lautan yang tak kering walau ditimba puluhan kali. Begitulah sabar, sesuatu yang hanya bisa dilakukan oleh insan yang telah dipilih-Nya.

Waktu sempit, saat tak ada pundi-pundi uang yang cukup di genggaman, kita mampu bersabar untuk bertahan. Tidak membelanjakannya bila tidak mendesak. Dan tidak pula membelanjakannya untuk hal-hal unfaedah dan tak bermanfaat. Kita puas hanya dengan yang dimiliki sekarang dan tak berangan-angan lebih dengan kata seandainya dan seandainya. Meskipun ingin gadget yang canggih, mobil yang mewah ataupun pakaian yang indah, kita selalu mampu bertahan untuk tidak membelinya karena memang tak ada kesanggupan untuk membeli.  Namun saat kelapangan datang dan harta melimpah ruah, masihkah kita sanggup bertahan untuk tidak membelinya? Mencukupi rasa dahaga akan kemewahan dunia? Jawabnya mungkin tidak! Hati yang lemah dengan kelapangan, membuat kita menurunkan waspada terhadap kesabaran. Kita terbuai untuk membeli barang-barang unfaedah dan tak bermanfaat. Toh, uang kita banyak, untuk apa ditahan. Selanjutnya bakal banyak barang-barang memenuhi ruangan rumah yang sebagian besar tidak kita perlukan demi memenuhi hasrat dalam diri. Tanpa sadar kita telah melakukan pemborosan yang mendekatkan diri kepada syaiton.

Bersabar memang hal yang sulit apalagi dikipasi oleh napsu yang datangnya dari syaiton. Kelapangan menjadi bukti nyata melemahkan iman bila kita tak mampu mengelolanya. Masih ingatkah kita dengan Qorun, pria miskin yang taat beribadah. Dia selalu beribadah kepada tuhan-Nya siang dan malam. Tak pernah lelah dan putus asa sampai Allah Swt mengabulkan segala doanya dan menjadi sosok kaya di kota itu pada masanya. Qorun, pria miskin yang taat beribadah, kini terlihat jarang beribadah dan meminta kepada tuhan-Nya seperti dahulu sebelum harta mendatanginya. Kini dia disibukkan dengan emas dan harta, dan lupa pada Allah yang menganugerahkan semua kepadanya. Dengan harta, dirinya berkuasa dan merasa lebih hebat hingga mengaku menjadi tuhan. Lihat, betapa kelapangan dan harta mampu membuat seseorang menjadi buta. Sabar kini tiada arti lagi bagi mereka-mereka yang lupa.



Lantas apakah kita bernah perfikir, bahwa kita adalah salah satu jelmaan Qorun di zaman milenial, zaman yang tak lepas dari teknologi canggih dan gadget? Sebelum datangnya gadget yang canggih, kita tidak pernah berprilaku ria dan sombong dengan menampilkan harta dan kelapangan pada khalayak ramai melalui sosial media karena pada zaman itu kita belum mengenal istilah sosmed, dan gadget yang digunakan pun hanya sebatas kirim SMS dan sambungan selular. Saat itu Kita mampu bersabar dalam keterbatasan. Namun setelah gadget dan sosmed menjadi virus dalam setiap sendi darah kita, kita menjadi lupa untuk bersabar. Kesombongan dan sifat ria nampak pada setiap status dan foto yang kita upload di sosmed. Tak jarang pula aurat yang biasanya kita tutup, kini terpajang bebas bagai lukisan indah yang menjadi candu mata bagi yang melihatnya. Sadar atau tidak sadar, kita melakukannya. Sabar pun serasa menguap dan terbang entah kemana. Seandainya kita sabar, lapang ataupun sempit, kita tetaplah kita. Tak mudah untuk tergoda dan tetap istiqomah di jalan-Nya. Ini bukan celaan, hanya mengingatkan bagi diri kita, kita dan kita.

Minggu, 02 Juni 2019

Me & 30 Day Writing Challenge



Tidak semua orang menyukai tantangan. Namun dengan adanya tantangan mampu memacu adrenalin dan semangat untuk menggapai sesuatu yang kita inginkan. Sama halnya dengan kehidupan apabila tidak ada tandangan pasti hidup akan terasa hambar dan membosankan, bukan? Nah, kali ini pun saya mengalami tantangan yang serupa dalam bidang kepenulisan. Seseorang yang belum saya kenal di instagram tiba-tiba memposting info 30 hari tantangan menulis selama bulan ramadhan, yang entah mengapa membuat saya tertarik untuk mengikutinya.

Dengan niat coba-coba, saya pun ikut bergabung dengan group WA kepenulisan yang beliau gawangi. Peserta yang kini sah menjadi anggota kurang lebih 77 orang termasuk adminnya sendiri yaitu mbak Yusni Agus Safitri. Beliaulah yang mencetuskan ide menulis artikel, cerpen, goresan pena atau curhat sekalipun selama 30 hari di bulan ramadhan yang mana bakal diposting di blog atau instagram masing-masing peserta. Awalnya saya ragu untuk mengikuti group tersebut dan tidak yakin dengan diri sendiri apakah mampu untuk melaksanakan tantangan tersebut atau tidak, mengingat selama ini saya tidak pernah mampu mengikuti tantangan di group kepenulisa.   Bagi saya membuat tulisan dengan tema berbeda-beda setiap hari selama 30 hari bukanlah perkara yang muda. Dengan niat setengah matang saya mencoba bertahan dan mengikuti arus waktu yang kian berputar.

Sampai pada hari H, hari di mana setiap peserta diminta membuat tulisan dan mempostingnya di blog, saya merasa kian meragu. Meski demikian saya paksa tubuh dan pikiran untuk menulis, yang kemudian lahirlah tulisan pertama berjudul “Menyambut Ramadhan dengan Surah Al-Fath”. Mungkin karena kebiasaan orang rumah menyambut ramadhan dengan Surah Al-Fath, ide tersebut muncul untuk segera direalisasikan. Berbekal niat yang maju mundur akhirnya hari pertama telah selesai saya penuhi.

Hari kedua tantangan saya tidak mempunyai ide apa-apa, semuanya terasa buram dan kacau. Mencoba merefresh otak, saya kemudian menjelajah sosial media dengan niat mencari ide yang mungkin bisa dijadikan inspirasi tulisan di hari kedua. Perlahan-lahan saya membaca chat peserta lain yang masuk. Mereka begitu antusias menyambut tantangan ini berbeda sekali dengan saya yang kian hari kian meragu. Akhirnya saya pun ikut berdiskusi tentang apa-apa saja kira-kira tema yang bisa diambil. Waktu itu, kalau tidak salah mbak Dira Arin mengusulkan untuk mengambil tema yang ada di lingkungan sehari-hari. Saya pun kemudian berpikir, hidup saya yang monoton tentu tidak ada hal menarik yang bisa dijadikan ide untuk sebuah tulisan. Saya menyerah untuk mengambil tema yang berhubungan dengan lingkungan yang ada di sekitar kehidupan saya dan mencoba memikirkan tema lain.

Hari kedua masih belum ada tanda-tanda tulisan bakal kelar. Selepas sahur, tiba-iba ide datang. Dengan berbekal kitab fikih kelas 3 Awwaliyah yang baru saja saya pelajari, saya pun mengambil tema berkaitan dengan hal-hal yang membatalkan puasa. Tulisan itu berhasil selesai setelah pukul 7 pagi yang kemudian saya posting di blog. Saya lihat list pengirim pun telah banyak dan saya mendapat urutan nomor belas-belasan.  Antusias mereka dalam menulis sungguh luar biasa, membuat saya ikut terpacu agar dapat mensejajarkan langkah dengan mereka.

Hari berikutnya ide mengalir dengan lancar, sebagian terinspirasi dari tulisan-tulisan peserta lain dan tidak jarang pula murni muncul dari pemikiran sendiri. Biasanya saya mencuri-curi waktu kosong di tempat kerja ketika pekerjaan telah usai untuk menulis barang satu atau dua paragraf. Tulisan tersebut tidak lantas lancar jaya, terkadang mengalir dan terkadang pula sendat di tengah jalan yang nantinya mesti saya rampungkan kembali di rumah. Tulisan itu kembali saya rampungkan ketika sahur menjelang. Seusai sahur, saya menulis kata demi kata hingga paragraph menjelma di layar handphone yang kusam.

Begitulah yang terjadi pada hari-hari berikutnya. Bahkan yang paling parah, ide itu muncul di waktu sholat tarawih. Kata orang, benda apapun yang kita lupakan bakal teringat ketika sholat dan hal itu juga terjadi pada saya. Saat saya terlambat sholat isya berjamaah, saya memutuskan untuk sholat masbuk. Seharusnya pada waktu imam salam yang kedua, saya berdiri dan melengkapi rakaat yang tertinggal. Bukannya berdiri, saya malah mengikuti imam salam karena pikiran yang melantur memikirkan ide-ide tulisan yang muncul silih berganti. Menyadari kesalahan yang saya perbuat, saya kemudian kembali sholat isya karena sholat yang pertama tidaklah sah.

Begitu banyak hal yang saya dapat dari 30 Day Writing Challenge, salah satunya teman baru dan pengetahuan-pengetahuan baru dari beberapa tulisan mereka. Melalui 30 Day Writing Challenge, saya mampu membuktikan bahwa saya bisa menulis secara konsisten apabila saya berusaha bersungguh-sungguh. Selama ini bagi saya menulis hanyalah rangkaian kata yang mewakili imajinasi yang bebas tanpa tekanan namun arti menulis sebenarnya tidaklah sedangkal itu. Masih banyak rahasia menulis yang tidak mampu dijabarkan oleh tulisan sederhana ini. Semoga dengan mengikuti tantangan 30 Day Writing Challenge, saya mampu konsisten menulis dan menghasilkan karya yang lebih banyak dan bermanfaat bagi orang lain.




#Day(30)
#OneDayOnePost30HRDC
#WritingChallenge30HRDC
#30HariRamadhanDalamCerita
#bianglalahijrah

Larangan Memperjual Belikan Darah Dalam Islam



Darah adalah jaringan cair yang terdiri dari dua bagian, yaitu cairan yang disebut plasma dan sel darah. Darah secara keseluruhan kira-kira seperduabelas dari badan atau kira-kira lima liter.

Darah merupakan jaringan cair yang ada di dalam tubuh makhluk hidup yang terdiri atas dua bagian yaitu plasma dan sel darah. Secara keseluruhan darah mengisi seperdua belas di dalam tubuh atau kira-kira lima liter. Luka akibat kecelakaan dapat menyebabkan keluarnya cairan darah di dalam tubuh sehingga mengakibatkan volumenya ikut berkurang. Kekurangan volume darah di dalam tubuh makhluk hidup khususnya manusia dapat mengakibatkan metabolisme di dalam tubuh terganggu bahkan ada yang meregang nyawa apabila kekurangan darah yang berlebihan. Untuk mengatasi hal tersebut maka dilakukanlah transfusi darah.

Transfusi darah ialah memasukkan darah orang lain ke dalam pembuluh darah orang yang memerlukan tambahan darah dengan tujuan untuk menyelamatkan jiwa seseorang. Menurut Asy-Syekh Husnain Muhammad Makhluuf “Transfusi darah adalah memanfaatkan darah manusia, dengan cara memindahkannya dari (tubuh) orang yang sehat kepada orang yang membutuhkannya, untuk mempertahankan hidupnya.

Darah yang dibutuhkan untuk transfusi dapat dilakukan secara langsung bisa pula melalui suatu lembaga seperti Palang Merah Remaja (PMI) atau Bank Darah. Lantas bagaimana proses transfusi darah melalui lembaga seperti PMI atau Bank Darah? Biasanya PMI atau Bank darah menyediakan kantung darah yang dihargai dengan rupiah bagi orang-orang yang memerlukannya. Dari sana timbullah suatu pertanyaan, bagaimana hukum jual beli darah tersebut di dalam islam. Padahal dapat kita ketahui bahwa darah merupakan benda najis yang haram untuk dimakan dan diperjualbelikan. Namun bagaimana dengan permasalahan seperti ini. Apakah termasuk dalam jual beli yang diharamkan?

“Rasulullah S.A.W. pernah bersabda, “Sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya mengharamkan memperjualbelikan khamr, bangkai, babi, dan berhala.” Lalu Rasul ditanya para sahabat, “Bagaimana (orang Yahudi) yang memanfaatkan minyak bangkai; mereka pergunakan untuk memperbaiki kapal dan mereka gunakan untuk menyalakan lampu? Rasul menjawab, “Semoga Allah melaknat orang Yahudi, diharamkan Minyak (lemak) bangkai bagi mereka, mereka memperjualbelikannya dan memakan (hasil) harganya.”

Dari hadist di atas dapat kita ketahui bahwa rasulullah melarang memperjual belikan benda najis, termasuk darah. Menurut hukum asalnya menjual darah adalah haram. Namun para ulama sepakat bahwa memperjualbelikan barang najis yang memiliki manfaat bagi manusia diperbolehkan seperti menjual belikan kotoran hewan untuk keperluan pupuk.

Menurut Mazhab Iman Hanafi dan Dzahiri, Islam memperbolehkan jual beli barang najis yang memiliki manfaat yang besar bagi manusia seperti jual beli kotoran hewan untuk pupuk. Dengan hukum tersebut maka dapat diqiyaskan bahwa jual beli darah dalam rangka menolong jiwa seseorang diperbolehkan karena memiliki manfaat yang besar.  Dasar yang diambil dalam diperbolehkannya jual beli darah diambil dari hadist yang berbunyi :
“bahwa pada prinsipnya segala sesuatu itu boleh (mubah), kecuali ada dalil yang mengharamkanya”.


Berbeda dengan pendapat Imam Syafi’ie bahwa islam mengharamkan jual beli benda najis termasuk darah meskipun memiliki manfaat yang besar bagi manusia. Hal ini sesuai dengan Q. S Al-Maidah ayat 3 dan H.R Ahmad dan Abu Daud yang berbunyi :

حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةُ وَالدَّمُ وَلَحْمُ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللَّهِ بِهِ
“Diharamkan bagimu (memakan) bangkai darah, daging babi (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah”. (QS. Al-Maidah ayat 3).

Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya Allah jika mengharamkan sesuatu, maka mengharamkan juga harganya”. (HR. Ahmad dan Abu Daud).

Dari perbedaan kedua pendapat di atas maka jual beli darah dikatagorikan tidak etis dan tidak pantas. Meskipun di dalam hukum islam transfusi darah halal dilaksanakan dan diperbolehkan, namun alangkah baiknya tidak dilakukan jual beli atas darah tersebut. Kecuali pemungutan uang terhadap darah tersebut untuk sekedar biaya administrasi karena darah memerlukan perawatan (pemeliharaan) sebelum dipergunakan untuk proses transfusi.


Wallahu A’lam

#Day(29)
#OneDayOnePost30HRDC
#WritingChallenge30HRDC
#30HariRamadhanDalamCerita
#bianglalahijrah

Sabtu, 01 Juni 2019

Khasiat Dzikir Sebelum Tidur



Tidak jarang manusia merasakan lelah, letih dan capek selepas melakukan aktivitas di siang hari. Istirahat dan tidur cukup tidak lantas menjamin tubuh sehat bugar selepas bangun tidur. Ada kalanya vitamin dan obat suplemen menjadi sasaran agar tubuh fit kembali dalam beraktivitas. Hal ini tentu telah banyak dilakukan orang-orang khususnya pekerja berat yang selalu mengandalkan otot ketika bekerja. Lantas bagaimana dengan ibu rumah tangga yang pekerjaannya hampir 24 jam? Tentu banyak menguras energi sehingga tak jarang para ibu rumah tangga mengalami kelelahan dan kejenuhan dalam melakukan aktivitasnya. Belum lagi dampak buruk dari mengkonsumsi obat-obatan penghilang lelah atau pun suplemen, sudah pasti akan berdampak buruk pada kesehatan, solusi satu-satunya meminta suami untuk mencarikan seorang pembantu yang ikut serta memelihara dan membereskan pekerjaan rumah.

Bagaimana kalau keluarga yang tidak mampu untuk membayar pembantu? Pasti akan mengalami kesulitan yang sangat besar, bukan? Pasrah mungkin adalah satu-satunya solusi bagi mereka. Ternyata masalah seperti ini tidak hanya terjadi di masa sekarang saja. Di masa rasulullah pun pernah terjadi ketika Sayyidina Ali, menantu rasulullah sekaligus suami dari Sayyidatina Fatimah mendatangi rasulullah untuk meminta seorang pembantu karena Sayyidatina Fatimah kelelahan mengurus rumah seorang diri. Saat itu Sayyidina Ali dan Sayyidatina Fatimah berkunjung ke rumah Rasulullah untuk meminta seorang pembantu agar dapat meringankan pekerjaan Sayyidatina Fatimah di rumah. Namun apa yang rasulullah lakukan? Beliau tidak memberikan seorang pembantu kepada Sayyidina Ali melainkan menyuruh mereka berdua agar mengamalkan membaca tasbih, tahmid dan takbir sebelum tidur, sesuai dengan sabda beliau yang berbunyi :

أَلاَ أَدُلُّكُمَا عَلَى مَا هُوَ خَيْرٌ لَكُمَا مِنْ خَادِمٍ؟ إِذَا أَوَيْتُمَا إِلَى فِرَاشِكُمَا، أَوْ أَخَذْتُمَا مَضَاجِعَكُمَا، فَكَبِّرَا ثَلاَثًا وَثَلاَثِينَ، وَسَبِّحَا ثَلاَثًا وَثَلاَثِينَ، وَاحْمَدَا ثَلاَثًا وَثَلاَثِينَ، فَهَذَا خَيْرٌ لَكُمَا مِنْ خَادِمٍ

“Maukah kalian berdua aku tunjukkan kepada sesuatu yang lebih baik dari seorang pembantu? Jika kalian hendak tidur, ucapkanlah takbir 33 kali, tasbih 33 kali, dan tahmid 33 kali. Hal itu lebih baik dari seorang pembantu.”

Dalam riwayat lain disebutkan, “Ucapan tasbih 34 kali.” Dalam riwayat lain disebutkan, “Ucapan takbir 34 kali.” (Muttafaqun ‘alaih) [HR. Bukhari, no. 5361 dan Muslim, no. 2728]

Dari hadist di atas dapat diketahui bahwa dengan mengamalkan membaca tasbih, tahmid dan takbir sebelum tidur Insya Allah semua rasa lelah, letih dan capek yang menggelatuti tubuh akan hilang selepas bangun tidur. Tubuh akan terasa segar dan kembali bersemangat. Selain itu tasbih, tahmid dan takbir merupakan sebaik-baik bacaan dzikir.

Hikmah dari cerita di atas mengajarkan kita untuk bersifat juhud dan sederhana karena dengan adanya pembantu kita telah melakukan pemborosan terhadap biaya rumah tangga, padahal seorang diri pun masih bisa dilakukan. Selain itu melayani suami dan melakukan pekerjaan rumah tangga merupakan perbuatan mulia dan mendulang banyak sekali pahala yang mampu mengantarkan ke surga, jadi sekecil apapun lelah yang dirasa pasti dibalas Allah dengan pahala. Semoga kita dapat mengamalkannya dan menjadi orang-orang yang bertaqwa.

#Day(28)
#OneDayOnePost30HRDC
#WritingChallenge30HRDC
#30HariRamadhanDalamCerita
#bianglalahijrah

Jumat, 31 Mei 2019

Amalan Agar Terhindar dari Siksa Api Neraka



Ide ini tercetus kala melihat salah satu postingan teman facebook yang memuat foto salah satu ulama Kalimantan Selatan, yaitu Tuan Guru K.H Akhmad Bakeri yang juga dikenal sebagai guru gambut. Di dalam postingan tersebut ada kata-kata yang bikin saya mangut-mangut membenarkan. Kata-kata itu berbunyi seperti ini "Orang lain lebih senang mengerjakan amalan-amalan agar masuk surga, tetapi saya lebih senang mengerjakan amalan-amalan agar tidak masuk neraka. Orang yang tidak masuk neraka sudah pasti bakal masuk surga, tetapi orang yang masuk surga bisa jadi masuk neraka terlebih dahulu baru masuk surga."

Subhanallah, kata-kata beliau bikin hati saya bergetar. Tidak dapat dipungkiri dalam setiap doa kita selalu meminta untuk dimasukkan ke dalam surga-Nya, namun tidak kita disadari bahwa Allah banyak memiliki cara agar kita bisa menghuni surga-Nya kelak. Entah itu mampir sebentar ke dalam neraka baru ke surga, ataupula waktu dibangkitkan di padang mahsyar langsung melesat bak panah ke dalam surga, dan bisa juga menunggu antrian perhitungan terlebih dahulu baru memasuki surga-Nya. Allah punya kuasa, dan Dia bisa saja menghendaki hambanya masuk surga dengan cara apapun.

Bagaimana seandainya waktu kit berdoa meminta dimasukkan ke dalam surga ternyata dikasih Allah mampir ke neraka dulu baru ke surga? Toh, pada akhirnya sama-sama masuk surga, kan? Untuk itu saat berdoa juga perlu diperjelas, misal "minta dimasukkan ke surga tanpa hisab" otomatis apabila dikabulkan Allah, maka kita tidak perlu menunggu perhitungan amal yang katanya memakan waktu ratusan tahun untuk memasuki surga. Enggak kebayang, kan, harus menunggu sampai ratusan tahun.

Nah terkait perkataan Tuan Guru KH. Ahmad Bakeri tentang mengerjakan amalan agar terhindar dari masuk neraka, inilah amalan yang penulis dapat dari berbagai sumber yang kiranya dapat kita kerjakan agar terhindar dari masuk neraka  sambil tetap berharap agar dimasukkan ke dalam surga-Nya yang paling tinggi. Apa aja sih amalannya? Yuk cek di bawah ini.



Melakukan sholat sunah 4 rakaat sebelum Dzuhur dan 4 rakaat setelahnya
Umm Habibah istri Nabi (Sallalahu ‘alayhi wa salam) : Dia mendengar Rasulullah (Sallahu’ alayhi wa salam) mengatakan: “Siapa pun yang memelihara empat rakaat sebelum dzuhur dan empat setelahnya, Allah membuat dia dilarang untuk Api.” [Sunan At-Tirmidzi 428, kelas: Sahih (otentik)]

Melakukan Puasa Sehari
Nabi (Sallalahu ‘alayhi wa salam) mengatakan: “Barangsiapa yang berpuasa sehari di jalan Allah, maka Allah akan memindahkan wajahnya menjauh dari neraka dengan jarak tujuh puluh tahun.” [Sahih Bukhari, Muslim]

Berdoa agar dihindarkan dari siksa neraka dan agar dimasukkan ke dalam surga
Nabi (Sallalahu ‘alaihi wa salam) berkata: “Siapa pun yang meminta kepada Allah surga tiga kali, surga akan berkata: Ya Allah, mengakui dia ke dalam surga. mencari perlindungan dari api neraka tiga kali, Api neraka akan berkata: Ya Allah, selamatkan dia dari api neraka. ” [Sunan At-Tirmidzi 2572].

Dalam sebuah hadist yang berasal dari Al Harist bin Muslim Attamimi, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam telah bersabda kepadanya,“Apabila kamu telah selesai shalat subuh maka ucapkanlah sebelum berbicara: “Ya Allah, lindungilah aku dari api neraka (Allahumma ajirni minannar) sebanyak 7 kali; karena sesungguhnya jika kamu meninggal pada harimu itu niscaya Allah menulis bagimu perlindungan dari api neraka. Dan apabila kamu selesai shalat maghrib maka ucapkanlah sebelum berbicara: “Ya Allah, lindungilah aku dari api neraka (Allahumma ajirni minannar) sebanyak 7 kali; karena sesungguhnya jika kamu meninggal pada malammu itu niscaya Allah menulis bagimu perlindungan dari api neraka.”

Berperang dalam jihad
Abu Huraira melaporkan Rasululah bersabda : “Siapa pun yang percaya kepada Allah dan Rasul-Nya, menetapkan shalat, dan puasa bulan Ramadhan akan memiliki hak atas Allah bahwa ia akan masuk ke surga apakah ia berjuang di jalan Allah atau tetap tinggal di tanah tempat ia dilahirkan.” [Sa hih Bukhari 2790]

Memiliki perilaku yang baik
Rasulullah bersabda: “Tidakkah aku tidak memberitahumu untuk siapa api neraka dilarang? Setiap orang berperilaku baik, sopan, dan ringan, maka akan selamat dari api neraka” [Sunan At-Tirmidzi 2488, Grade: Hasan]

Bersedekah dan Berkata Baik
Menurut Ady Ibn Hatim (semoga Allah senang dengan dia), Rasulullah bersabda: “Jagalah dirimu dari neraka bahkan dengan setengah dari kurma dalam amal. Jika dia tidak dapat menemukannya, maka dengan kata yang baik.” [Sahih Bukhari 1417 dan Sahih Muslim 1016]

Menangis karena takut kepada Allah
Dikisahkan bahwa Abu Hurairah (ra dengan dia) berkata: Utusan Allah, Rasulullah bersabda :  “Orang yang menangis karena takut kepada Allah tidak akan masuk Neraka sampai susu kembali ke kambing, dan debu yang dihasilkan (saat berperang) demi Allah dan asap Neraka tidak akan pernah hidup berdampingan.” [Jami ‘at-Tirmidzi 1633]

Mentauhidkan Allah Subhanahu wa ta’ala dan menjauhkan diri dari kesyirikan
Dari Muadz bin Jabal, beliau berkata, “Suatu saat saya dibonceng Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam di atas keledai. Beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya, ‘Wahai Muadz.’ Saya menjawab, ‘Aku selalu menyambutmu.’ Beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam mengatakan hal itu tiga kali (dan saya jawab tiga kali juga). Beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam mengatakan, ‘Tahukah engkau apa hak Allah Subhanahu wata’ala atas para hamba?’ Saya menjawab, ‘Tidak.’ Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam mengatakan, ‘Hak Allah Subhanahu wata’ala atas para hamba adalah mereka mengibadahi-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu pun.’ Kemudian beliau berjalan beberapa saat, dan berkata, ‘Wahai Mu’adz.’ Dijawab, ‘Aku selalu menyambutmu.’ Beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya, ‘Tahukah kamu, apa hak mereka atas Allah Subhanahu wata’ala apabila mereka melakukannya? Allah Subhanahu wata’ala tidak akan mengazab mereka’.” (HR. al-Bukhari no. 6267).

Memperbanyak istighfar
“Katakanlah, ‘Wahai para hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allâh mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang.’ ” (QS. Az-Zumar:53)

Bersabar dan mendidik dengan baik apabila dikaruniai anak perempuan
“Barang siapa memiliki tiga anak perempuan, kemudian dia bersabar atas mereka, memberikan makan, minum, dan pakaian untuk mereka dari usahanya, sungguh mereka akan menjadi penghalang baginya dari api neraka pada hari kiamat.” (HR. Ibnu Majah dari hadits ‘Uqbah bin Amir radhiyallahu ‘anhu, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Ibnu Majah).

Menjaga shalat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, menjaga kemaluan, dan taat pada suami (bagi perempuan)
“Jika seorang wanita selalu menjaga shalat lima waktu, juga berpuasa sebulan (di bulan Ramadhan), serta betul-betul menjaga kemaluannya (dari perbuatan zina) dan benar-benar taat pada suaminya, maka dikatakan pada wanita yang memiliki sifat mulia ini, “Masuklah dalam surga melalui pintu mana saja yang engkau suka.” (HR. Ahmad dan Ibnu Hibban, dihasankan Al Albani dalam Shahih At Targhib no.1931).

Berdzikir
Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa di pagi hari atau sore hari mengucapkan, “Allahumma inni ashbantu Usyhiduka wa usyhidu himlata ‘arsyika wa malaikataka wajami’a kholkika annaka antallahu laa ilaaha illa anta wahdaka la syarikalak wa anna muhammadan abduka wa rasuuluka (Artinya: Ya Allah sesungguhnya aku memulai pagi hari dengan bersaksi kepadamu, bersaksi kepada yang memikul Arsy-Mu, kepada malaikat-malaikat-Mu dan semua mahluk-Mu bahwa Engkau tiada Tuhan selain-Mu, hanya engkau satu-satunya, tiada sekutu bagi-Mu), niscaya Allah akan membebaskan seperempatnya dari neraka. Barangsiapa mengucapkannya dua kali maka Allah akan membebaskan setengahnya dari neraka. Barangsiapa yang mengucapkannya tiga kali maka Allah akan bebaskan tigaperempatnya dari neraka. Dan barangsiapa mengucapkannya empat kali maka Allah akan membebaskannya dari neraka." (HR Abu Dawud).

Waallahu a'lam



Sumber Referensi :
https://googleweblight.com/i?u=https://nulis.babe.news/baca/0ef0dd/baca-zikir-ini-4-kali-niscaya-allah-swt-bebaskan-dari-api-neraka/&grqid=cjb_p6BB&s=1&hl=id-ID&geid=1053

https://googleweblight.com/i?u=https://muslimah.or.id/9965-agar-wanita-terhindar-dari-api-neraka.html&hl=id-ID

http://googleweblight.com/i?u=http://asysyariah.com/amalan-amalan-perisai-api-neraka/&hl=id-ID

https://googleweblight.com/i?u=http://www.kabarmakkah.com/2016/04/baca-doa-pendek-ini-rasul-janjikan-umatnya-terlindung-dari-siksa-api-neraka.html&grqid=cjb_p6BB&s=1&hl=id-ID&geid=1053



#Day(27)
#OneDayOnePost30HRDC
#WritingChallenge30HRDC
#30HariRamadhanDalamCerita
#bianglalahijrah