Kamis, 04 Februari 2016

Bisnis Usaha Rumah Makan Padang

BAB I
PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang
Dengan semakin meningkatnya krisis ekonomi di Indonesia, menyebabkan timbulnya banyak pengangguran dan tingkat kemiskinan yang tinggi. Kebutuhan hidup yang semakin meningkat dan harga-harga kebutuhan pokok yang semakin mahal. Ini menuntut masyarakat untuk keluar dari permasalahan ekonomi dan mencari jalan untuk mendapatkan penghasilan guna memenuhi kebutuhan hidupnya.Namun di era globalisasi sekarang ini, semakin sulit untuk mencari pekerjaan yang sesuai dengan tingkat pendidikan seseorang karena semakin ketatnya tingkat persaingan untuk mendapatkan suatu pekerjaan.
Dari permasalah di atas, maka diperlukan solusi yang tepat mengatasi krisis ekonomi dan pengangguran yang begitu meluas hingga kini. Salah satu solusi yang dapat dilakukan ialah dengan membuka sebuah usaha/bisnis, dimana usaha/bisnis yang akan dibuka tidak hanya mendatangkan keuntungan bagi pemiliknya tetapi juga dapat mengurangi pengangguran yang kian ramai.
Usaha/bisnis yang dilakukan dapat berbagai macam jenis, misalnya bisnis karaoke, restoran, bisnis game Online dan lain-lain. Salah satu bisnis yang akan diuraikan dalam makalah ini ialah bisnis restoran. Mengapa bisnis restoran menjadi pokok yang akan dibahas pada makalah ini? Jawabannya sangat sederhana, sebab makanan merupakan kebutuhan pokok manusia yang paling utama sehingga bisnis restoran maupun restoran tidak akan pernah mati. Seiring dengan perkembangan jumlah penduduk dan gaya hidup yang ingin serba cepat tersaji. Sadar atau tidak, dengan pertumbuhan penduduk yang semakin banyak maka semakin banyak pula kebutuhan pangan yang harus disediakan, oleh sebab itu bisnis restoran/restoran merupakan bisnis yang sangat menjanjikan.
Bisnis restoran Padang bisa menjadi salah satu usaha makanan yang bisa dijalankan. Makanan padang sangat sesuai untuk lidah orang Indonesia yang kaya akan rempah-rempah sehingga rasanya lebih nikmat. Harga makanan ini juga relative terjangkau dan bisa dibeli oleh banyak kalangan sehingga usaha/bisnis restoran padang sangat menjanjikan sebagai peluang usaha/bisnis di Indonesia.

B.     Tujuan
Tujuan yang ingin dicapai dari pembuatan makalah ini ialah :
1.      Memenuhi tugas mata kuliah Pengantar Bisnis.
2.      Mengetahui cara membuka restoran, khususnya restoran Padang
3.      Mengetahui kekurangan dan kelebihan restoran padang.

C.     Rumusan Masalah
1.      Apa yang dimaksud dengan restoran?
2.      Apa saja yang perlu diperhatikan saat membuka restoran padang?
3.      Apa saja kelebihan dan kekurangan dari bisnis restoran padang?

  
BAB II
PEMBAHASAN

A.     Pengertian Restoran
Restoran menurut Marsum (1994), restoran adalah suatu tempat atau bangunan yang diorganisasi secara komersial yang menyelenggarakan pelayanan yang baik kepada semua tamunya baik berupa makan dan minum.
Menurut Marsum (1994) ada beberapa tipe restoran, yaitu:           
1.      Table D’ hote Restaurant adalah suatu restoran yang khusus menjual makanan menu table d’ hote, yaitu suatu susunan menu yang lengkap (dari hidangan pembuka sampai dengan hidangan penutup) dan tertentu, dengan harga yang telah ditentukan pula.
2.      Coffee Shop atau Brasserie adalah suatu restoran yang pada umumnya berhubungan dengan hotel, suatu tempat dimana tamu biasa mendapatkan makan pagi, makan siang dan makan malam secara cepat dengan harga yang relatif murah, kadang-kadang penyajiannya dilakukan dengan cara prasmanan.
3.      Cafetaria atau CafĂ© adalah suatu restoran kecil yang mengutamakan penjualan cake (kue-kue), sandwich (roti isi), kopi dan teh.
4.      Canteen adalah restoran yang berhubungan dengan kantor, pabrik atau sekolah.
5.      Dining Room, terdapat di hotel kecil (motel), merupakan tempat yang tidak lebih ekonomis dari pada tempat makan biasa. Dining Room pada dasarnya disediakan untuk para tamu yang tinggal di hotel itu, namun juga terbuka bagi para tamu dari luar.
6.      Inn Tavern adalah restoran dengan harga murah yang dikelola oleh perorangan di tepi kota.
7.      Pizzeria adalah suatu restoran yang khusus menjual Pizza, kadang-kadang juga berupa spaghetti serta makanan khas Italia yang lain.
8.      Speciality Restaurant adalah restoran yang suasana dan dekorasi seluruhnya disesuaikan dengan tipe khas makanan yang disajikan atau temanya. Restoranrestoran semacam ini menyediakan masakan Cina,Jepang, India, Italia dan sebagainya. Pelayanannya sedikit banyak berdasarkan tata cara negara tempat asal makanan spesial tersebut.
9.      Familly Type Restaurant adalah satu restoran sederhana yang menghidangkan makanan dan minuman dengan harga yang tidak mahal, terutama disediakan untuk tamu-tamu keluarga maupun rombongan
Definisi Restoran dan Restoran : Menurut SK Menteri Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi No. KM 73/PW 105/MPPT-85 menjelaskan bahwa Restoran adalah setiap tempat usaha komersial yang ruang lingkup kegiatannya menyediakan hidangan dan minuman untuk umum. Dalam SK tersebut juga ditegaskan bahwa setiap restoran harus memiliki seseorang yang bertindak sebagai pemimpin restoran yang sehari-hari mengelola dan bertanggungjawab atas pengusahaan RM tersebut.
Restoran adalah salah satu jenis usaha dibidang jasa pangan yang bertempat disebagian atau seluruh bangunan yang permanen, dilengkapi dengan peralatan dan perlengkapan untuk proses pembuatan, penyimpanan, penyajian, dan penjualan makanan dan minuman untuk umum. Pengusahaan restoran meliputi jasa pelayanan makan dan minum kepada tamu restoran sebag ai usaha pokok dan jasa hiburan didalam bangunan restoran sebagai usaha penunjang yang tidak terpisahkan dari usaha pokok sesuai dengan ketentuan dan persyaratan teknis yang ditetapkan.

B.     Hal-Hal Yang Perlu Diperhatikan Saat Membuka Restoran Padang
Untuk memulai sebuah bisnis/usaha restoran padang, maka hendaknya di perhatikan hal-hal penting, seperti yang akan dijabarkan di bawah ini :
1.    Menggali informasi lebih dalam lagi mengenai menus masakan padang yang menjadi favorit di masyarakat. Pada dasarnya menu masakan padang ini terdiri dari nasi, sayur nangka, resbusan daun singkong, sambal serta aneka lauk pauk lainnya.
2.    Menyiapkan peralatan serta perlengkapan dalam menjalankan usaha ini. Peralatan usaha yang perlu disiapkan adalah etalase sebagai tempat memajang makanan, peralatan makan, peralatan memasak, perlengkapan ruang usaha meja dan kursi.
3.    Memiliki lokasi yang tepat dan strategis. Tempat-tempat yang memiliki potensi baik tersebut seperti pasar tradisonal, daerah sekitar kampus, pusat perbelanjaan/Mall baik mall besar maupun yang kecil, daerah perkantoran, dan tempat-tempat umum yang sering dilalui orang banyak.
4.    Memberikan harga yang relative murah, apabila target pemasaran yang dituju adalah kalangan menengah ke bawah. Sedangkan untuk membuka restoran besar atau mewah, yang diperlukan ialah kualitas makanan serta kenyamanan tempat yang harus diperhatikan.
5.    Citra rasa masakan merupakan hal yang paling penting. Dengan bumbu yang pekat dan bumbu-bumbu rempah yang komplit, kualitas makanan akan terjaga sehingga pelanggan akan selalu setia mengunjungi restoran-restoran yang selalu menjaga kepercayaan pelanggannya dengan citra rasa.

C.     Kelebihan dan kekurangan bisnis restoran padang
-       Kelebihan bisnis restoran padang
Menu masakan padang saat ini cukup digemari, dengan berbagai menu yang disediakan serta harganya lebih terjangkau dibandingkan menu makanan lainnya. Hal ini membuat masyarakat memilih restoran padang sebagai pemenuhan kebutuhan makanan. Sehingga restoran padang selalu laris oleh penikmat  makanan padang . ini menjadi keuntungan tersendiri untur pada pengusaha restoran padang yang menjalankan bisnis ini. Pelayanan pada bisnis restoran ini lebih fleksibel dalam bekerja dan menu-menu yang disediakan lebih banyak karena rasanya yang memiliki ciri khas.
-       Kekurangan bisnis restoran padang
Kendala dalam menjalankan usaha restoran ini yaitu adanya persediaan meni makanan yang masih tersisa. Apalagi menu makanan yang disediakan kebanyakan adalah sayuran dan aneka lauk pauk. Sehingga jika makanan yang masih tersisa dijual keesokan harinya, rasa dari lauk atau sayuran tersebut akan menurun.
Kekurangan laiunnya dari usaha restoran ini yaitu banyaknya pelaku usaha sehingga persaingan semakin berat. Untuk mengatasi hal tersebut maka sebaiknya pelaku bisnis mampu menjaga kualitas dari masakan padang dan menjaga pelayanan yang diberikan supaya para konsumen tetap setia dengan restoran yang dikelola.

BAB III
PENUTUP

A.     Kesimpulan
Kesimpulannya yaitu memang saat ini usaha RESTORAN sedang banyak digemari oleh para usahawan, ada juga yang bermula dari dekedar hobi memasak hingga akhirnya memutuskan untuk membuka usaha restoran. Di Indonesia banyak sekali berbagai macam makanan khas, seperti makanan khas sunda, makanan khas padang, makanan khas yogyakarta, makanan khas jakarta, dan masih banyak lagi.

B.     Saran
Saran dari penulis yaitu dalam berbisnis apapun kita harus mempunyai kreatifitas yang tinggi, sehingga para konsumen tidak bosan atau jenuh untuk memakan atau memakai produk yang kita buat. Dalam berbisnis restoran kita harus mempunyai konsep untuk menarik para konsumen, sehingga banyak konsumen yang datang ke restoran itu sendiri, kita juga harus memperhatikan lokasi tempat usaha, sebaiknya lokasi berbisnis harus strategis sehingga banyak konsumen yang berdatangan, dan juda kita haeus mengingat bahwa pembeli adalah raja sehingga kita harus ramah pada setiap konsumen atau pembeli yang berdatangan


DAFTAR PUSTAKA
https://dianmahayanti.wordpress.com/f-b-service-2/restaurant/pengertian-restaurant-dan-pramusaji/

Rabu, 03 Februari 2016

Kami juga Manusia

Martapura, 03 Februari 2016

Meski hanya ada setitik susu di belanga
Walaupun hanya ada sebutir padi di lesung
Lantas kau jadikan kami sapi perah?
Dengan seikat rumput, kau ambil seluruh air susu

Kau kira kami ini robot yang tak perlu istirahat
Kau kira kami ini pengangguran yang tak punya pekerjaan lain di rumah
Kau kira kami ini tak punya keluarga hingga tak ada yang peduli
Dan kau kira kami ini motor yang bisa kau setir ke sana kemari

Mungkin kau tak pernah mengira
Kami hanya manusia biasa yang sama seperti engkau
Punya rasa lelah juga dahaga
Bukan hanya sekedar mesin menghasil pundi-pundi uang

Dimana nuranimu, saat kami adalah saudaramu

Mana hak yang kau berikan?
Saat tanggung jawab tlah kami penuhi
Jangan kau pandang sebelah mata
karna kami juga manusia...



Kasih Tak Sampai

24 jam waktu ini tersita
duduk terngungu dalam lamunan
berharap semua ilusi semata
namun ini nyata adanya

kau dan dia duduk bahagia
duduk bersanding bak putri raja
sapa ramah kau sebar ke semua
ikut rasakan bahagia yang kau punya

dalam bahagiamu, aku tersiksa
dalam bahagiamu, aku merana
lihat kau dan dia hidup bersama
tinggalkan aku dalam luka lara

kasih ini tak sampai
tak sampai buatmu di dekatku
tak mampu pertahankan cintamu
yang dulu luluhkan hatiku

Minggu, 10 Januari 2016

SKRIPSI "Proses Aktivasi Arang Aktif Tempurung Buah Karet dengan Variasi dan Jenis Konsentrasi Aktivator Kimia"

PENDAHULUAN
Latar Belakang
Tanaman karet memiliki peranan yang besar dalam kehidupan perekonomian Indonesia. Banyak penduduk yang hidup dengan  mengandalkan komoditas penghasil getah ini. Karet tak hanya diusahakan oleh perkebunan besar milik negara yang memiliki areal ratusan ribu hektar, tetapi juga diusahakan oleh perkebunan swasta dan perkebunan rakyat. Total luas perkebunan karet di Indonesia hingga saat ini berkisar  3 juta hektar lebih, terluas di dunia (Swadaya, 2008).
Tanaman karet tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia, salah satunya adalah di wilayah Kalimantan Selatan. Tanaman Karet tidak hanya diusahakan oleh perkebunan negara, tetapi juga oleh perkebunan rakyat dan swasta. Kondisi dan luas lahan Kalimantan selatan yang memadai dan cocok untuk pertumbuhan tanaman karet menjadikan karet sebagai salah satu primadona usaha bagi warga di kalimantan selatan selain kelapa sawit. 
Pengembangan komoditas karet di Kalimantan Selatan relatif cukup pesat, pada tahun 2012 telah mencapai areal tanam seluas 135.862 ha. Terbagi dalam tiga pola pengusahaan yaitu Perkebunan Rakyat seluas 42.967 ha, Perkebunan Besar Negara (PBN) dan Perkebunan Besar Swasta (PBS) seluas 92.895 ha (BKPM, 2013).
Dari data di atas dapat diketahui bahwa perkembangan karet yang begitu pesat juga mengakibatkan buah dan lateks yang dihasilkan/diproduksi semakin meningkat. Semakin banyak buah yang dihasilkan, maka semakin banyak pula hasil sampingan yang dihasilkan yaitu berupa tempurung buah yang saat ini terbuang dan tidak termanfaatkan. Berdasarkan pengamatan, dalam satu hektar kebun karet terdapat ± 230 kg tempurung buah karet yang tidak termanfaatkan dalam sekali berbuah. Salah satu cara meningkatkan nilai tambah pada tempurung buah karet yaitu dengan mengolahnya menjadi arang aktif. Arang aktif dapat diolah dari bahan baku yang mengandung karbon seperti tulang, batu bara, sekam dan lain-lain.
Karbon aktif adalah karbon yang diproses sedemikian rupa sehingga pori-porinya terbuka dan dengan demikian akan mempunyai daya jerap yang tinggi. Karbon aktif merupakan karbon yang bebas serta memiliki permukaan dalam (internal surface), sehingga mempunyai jerap yang baik. Keaktifan daya menjerap dari karbon aktif ini tergantung dari jumlah senyawa karbonnya yang berkisar antara 85% sampai 95% karbon bebas. Karbon aktif yang berwarna hitam, tidak berbau, tidak terasa dan mempunyai daya jerap yang jauh lebih besar dibandingkan dengan karbon aktif yang belum menjalani proses aktivasi, serta mempunyai permukaan yang luas, yaitu memiliki luas permukaan antara 300 sampai 2000 mg/g (Mifbakhuddin, 2010). 
Saat ini arang aktif telah banyak digunakan untuk produk-produk industri seperti industri kimia, makanan/minuman, farmasi, industri pemurnian gula dan gas, industri pengolahan pupuk dan pulp serta industri minyak dan lemak. Selain itu arang aktif juga dimanfaatkan sebagai bahan penjerap dan penjernih air untuk mengabsorbsi bau, warna, gas dan logam yang tak diinginkan. Dalam jumlah kecil, arang aktif juga bisa dimanfaatkan sebagai katalisator (LIPI, 1999).
 Perumusan Masalah
Tanaman karet merupakan komoditas perkebunan yang sangat penting di Indonesia, khususnya di Kalimantan Selatan dalam bidang perekonomian. Hasil utama tanaman karet berupa lateks yang kemudian diperdagangkan baik dalam bentuk lateks segar, slab/koagulasi ataupun sit asap/sit angin yang merupakan bahan baku industri hilir. Hasil sampingan tanaman karet berupa kayu karet yang digunakan untuk bahan industri kayu serta biji karet yang sekarang banyak dimanfaatkan untuk minyak nabati ataupun bahan bakar biodiesel.
Hampir semua bagian dari tanaman karet dapat dimanfaatkan dan memiliki nilai lebih, namun ternyata sampai saat ini potensi tanaman karet masih belum dimanfaatkan secara optimal seperti tempurung buah karet yang saat ini nyaris terbuang dan tak termanfaatkan. Salah satu cara meningkatkan nilai tambah pada tempurung buah karet yaitu dengan mengolahnya menjadi arang aktif yang mempunyai nilai jual.
Arang aktif yang mempunyai nilai jual adalah arang aktif yang memiliki kualitas dan daya jerap yang baik. Menurut Geuerro dan Reyes (1970), dalam Hendra (2007), salah satu cara untuk menaikkan aktivitas daya jerap arang aktif adalah dengan menggunakan bahan kimia seperti CaCl2, MgCl2, ZnCl2, KCl, NaCl dan H3PO4 serta garam mineral lainya. Dalam penelitian Pari dan Hendra (2006), untuk membuat arang aktif dengan kualitas terbaik dihasilkan dari arang aktif yang direndam dengan H3PO4 10% dengan waktu aktivasi 60 menit.
Mengacu pada beberapa hasil penelitian yang telah ada maka pada penelitian ini akan dikaji aktivasi arang aktif dengan menggunakan aktivator kimia ZnCl2, KOH dan H3PO4 dengan variasi konsentrasi 5%, 10% dan 15% yang direndam selama 24 jam, sehingga akan diketahui kualitas daya jerap arang aktif yang diperoleh untuk pemanfaatan lebih lanjut. Pemanfaatan arang aktif dalam produk industri telah banyak diterapkan pada proses pemurnian pulp, industri obat, katalisator, pemurnian gas, penyaringan minyak makan dan lain-lain.
Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan jenis dan konsentrasi bahan kimia aktivator yang terbaik dalam proses aktivasi sehingga dapat meningkatkan mutu arang aktif tempurung buah karet yang dihasilkan.
Hipotesis Penelitian
1.      Jenis dan konsentrasi aktivator kimia yang digunakan dapat mempengaruhi mutu arang aktif yang dihasilkan.
2.      Jenis dan konsentrasi aktivator kimia tertentu dapat menghasilkan mutu arang aktif terbaik.
Kegunaan Penelitian
Kegunaan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan nilai tambah tempurung karet menjadi arang aktif sehingga dapat dimanfaatkan untuk proses pemurnian produk industri lebih lanjut.









MAKALAH "Senam SKJ 2004"

BAB I
PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang
Pada saat ini olahraga merupakan kebutuhan yang dibutuhkan bagi semua orang. Bahkan sudah termasuk dalam pelajaran wajib di sekolah. Bukan hanya menyehatkan olahraga juga memberikan dampak positif yang banyak sekali bagi tubuh kita. Dalam kehidupan sehari-hari banyak kita jumpai berbagai macam olahraga. Salah satunya adalah senam. Senam merupakan olahraga yang banyak manfaatnya bagi tubuh kita. Karena, pada saat kita senam kita menggerakan seluruh anggota tubuh kita. Mulai dari kepala, tangan, badan, kaki, otot, dsb. Senam juga telah diakui di dunia perolahragaan dan juga sudah di ikutkan di dalam acara-acara besar seperti SAE GAMES, ASIAN GAMES, bahkan OLIMPYADE. Sehingga tidak jarang anak kecil sudah di didik sejak dini dalam menekuni senam agar bisa menjadi pesenam yang handal. Tetapi senam bukan hanya bisa di buat lomba tapi juga di buat untuk kegiatan yang menyehatkan. Karena waktu kita melaksanakan senam otot-otot kita dipaksa untuk bekerja.
Di Indonesia, biasanya senam dilakukan secara massal dan diiringi dengan musik atau lagu berirama yang biasa disebut Senam Kesegaran Jasmani (SKJ) Di dalam perjalanannya, senam SKJ telah banyak melalui revisi atau pembaharuan-pembaharuan yang dilakukan oleh para pakarnya guna menyempurnakan setiap gerakan-gerakan yang ada pada setiap versi senam itu sendiri. Senam skj sendiri di perkenalkan pada tahun 1984 dan terus berkembang sampai saat ini.
Salah satu senam SKJ yang cukup popular yaitu senam SKJ 2004. Senam SKJ 2004 berkembang sangat pesat dan menjadi agenda rutin setiap jum’at dilaksanakan oleh para karyawan dan pegawai dari berbagai instansi sampai saat ini. Namun dari perjalanan aktivitas senam kesegaran jasmani 2004, lahir pula jenis tarian yang bernama sajojo, kemudian terakhir muncul tarian poco-poco dengan irama lagu yang sangat menarik dan dinamis.

B.     Tujuan
Tujuan dari pembuatan makalah ini yaitu untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan senam SKJ dan
C.     Manfaat
Manfaat yang diharapkan penulis dalam pembuatan makalah ini yaitu agar menambah ilmu pengetahuan tentang senam SKJ bagi penulis serta pembaca pada umumnya, dan untuk menambah semangat serta motivasi pembaca untuk menggalakkan senam SKJ dalam kehidupan sehari-hari.

BAB II
PEMBAHASAN

A.     Pengertian Senam
Senam berasal dari bahasa Inggris disebut “Gymnastic” yang berasal dari kata “gymnos” melakukan latihan senam di ruangan khusus yang disebut “Gymnasium” atau “Gymnasion”. Senam merupakan suatu cabang olah raga yang melibatkan performa gerakan yang membutuhkan kekuatan, kecepatan dan keserasian gerakan fisik yang teratur.
Menurut Menke G. Frank dalam Encyclopedia of Sport, as Bannes and Company, New York, 1960, senam terdiri dari gerakan-gerakan yang luas/banyak atau menyeluruh dari latihan-latihan yang dapat membangun atau membentuk otot-otot tubuh seperti : pergelangan tangan, punggung, lengan dan lain sebagainya. Senam atau latihan tersebut termasuk juga : unsur-unsur jungkir balik, lompatan, memanjat dan keseimbangan.

B.     Sejarah Senam Di Indonesia
Pengetahuan tentang sejarah terkadang membosankan bila kita hanya melihat dongengnya saja. Tapi apabila anda perhatikan dengan seksama, maka di dalamnya penuh dengan buah pikiran, kejadian, situasi, sifat, tingkah laku, yang indah, yang jahat, yang bermanfaat dan sebagainya, yang semuanya akan menambah wawasan pribadi anda yang tentu akan sangat berguna bagi anda sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat.
Dengan memahami sejarah senam sejak zaman kuno sampai sekarang, anda akan menghargai karya dan buah pikiran orang lain sebelum anda dan banyak di antaranya yang dapat anda jadikan contoh suri teladan dalam menjalankan tugas anda sehari-hari baik sebagai pendidik ataupun sebagai
 siswa.
Senam di Negara Indonesia sudah dikenal sejak zaman penjajahan Belanda. Pada waktu itu namanya “Gymnastiek”, zaman jepang dinamakan “Taiso”. Pemakaian istilah “senam” sendiri kemungkinkan bersamaan dengan pemakaian kata olahraga sebagai pengganti kata sport. Lahirnya senam artistik di Indonesia yaitu pada saat menjelang pesta olahraga Ganefo I di Jakarta pada tahun 1963, yang mana setiap artistik merupakan salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan, untuk ini perlu dibentuk suatu organisasi yang berfungsi menyiapkan para pesenamnya. Organisasi ini dibentuk pada tanggal 14 Juli 1963 dengan nama PERSANI (Persatuan Senam Indonesia), atas prakarsa dari tokoh-tokoh olahraga se-Indonesia yang menangani dan mempunyai keahlian pada cabang olahraga senam. Promotornya dapat diketengahkan tokoh-tokoh dari daerah seperti : Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara. Wadah inilah kemudian telah membina dan menghasilkan atlet-atlet senam yang dapat ditampilkan dalam Ganefo I dan untuk pertama kalinya pula pesenam-pesenam Indonesia menghadapi pertandingan Internasional. Kegiatan selanjutnya adalah mengikut sertakan tim senam dalam rangka Konferensi Asia Afrika I dan dalam Ganefo Asia, dimana untuk mempersiapkan atlet-atlet Indonesia ini dipanggil pelatih-pelatih senam dari RRC, maka dengan demikian Indonesia mengalami kemajuan dalam prestasi olahraga senam. Tetapi sangat disayangkan bahwa harapan yang mulai tumbuh harus berhenti sementara oleh karena suasana politik yaitu saat meletusnya G 30 S/PKI, sehingga pelatih-pelatih dari RRC harus dikembalikan ke negaranya.
Usaha untuk mengejar ketinggalan ini maka pada tahun 1967 dikirim seorang pelatih Indonesia yaitu : Sdr. T. J. Purba ke Jerman Timur untuk sekolah khusus pelatih senam artistik selama 26 bulan. Kemudian sebagai titik tolak yang kedua adalah dimasukkannya cabang olahraga senam artistik yang pertama kalinya dalam Pekan Olahraga Nasional (PON VII/1969) di Surabaya, dan kemudian untuk seterusnya dimasukkan dalam setiap penyelenggaraan PON.

C.     Senam SKJ 2004
SKJ 2004 berkembang secara pesat dan menjadi agenda rutin setiap jum’at dilaksanakan oleh para karyawan dan pegawai dari berbagai instansi sampai saat ini. Namun dari perjalanan aktivitas senam kesegaran jasmani 2004, lahir pula jenis tarian yang bernama sajojo, kemudian terakhir muncul tarian poco-poco dengan irama lagu yang sangat menarik dan dinamis. Berdasarkan hasil pengamatan saat , SKJ 2004 yang teragenda setiap hari jum’at dilakukan para karyawan dan pegawai negeri dan swasta, secara kondisional belum dapat memberikan resppon terhadap peningkatan kesegaran jasmani seseorang. Hal ini disebabkan karena umumnya frekuensi aktivitas SKJ 2004 hanya dilaksanakan satu kali perminggu, dan intensitas pelaksanaannya tidak terukur sehingga membutuhkan suatu kajian secara ilmiah. Dengan mengkombinasikan antar intensitas latihan pada SKJ 2004 terhadap tingkat kesegaran jasmani seseorang.
Berikut ini adalah cara senam SKJ:

1)     LATIHAN SIKAP SIAP
a)     Badan tegap dengan bahu rileks. Kedua tangan lurus di samping badan serta pandangan lurus ke depan. Kedua aki lurus dengan tumit rapat serta ujung kaki menghadap serong.

2)      LATIHAN PEMANASAN
a)      Jalan di tempat
b)      Gerakan kepala. Menoleh ke kanan - kiri, menunduk - menengadah, serta gerakan memutar searah jarum jam dan sebaliknya
c)      Gerakan bahu
d)      Gerakan lengan dan punggung bagian atas
e)      Gerakan tekuk lengan, kaki bertumpu pada tumit
f)       Gerakan lengan, bahu, dada, tungkai
g)      Gerakan peregangan dinamis otot samping badan
h)      Gerakan peregangan statis

3)      LATIHAN GERAKAN PERALIHAN
a)      Gerakan jalan, tepuk tangan, maju – mundur

4)      LATIHAN GERAKAN INTI
a)      Gerakan meluruskan dan menekuk lengan
b)      Gerakan memanah, mengayun lengan, mengangkat kaki
c)      Gerakan meluruskan dan menarik lengan
d)      Gerakan koordinasi gerakan tangan dengan kaki
e)      Gerakan mambo (cha - cha)

5)      LATIHAN GERAKAN PEREGANGAN
a)      Gerakan peregangan dinamis
b)      Gerakan peregangan statis

BAB III
PENUTUP

A.     Kesimpulan
“Senam adalah latihan jasmani / olahraga yang bentuk-bentuk gerakannya dipilih dan disusun secara sistematis berdasarkan prinsip-prinsip tertentu sesuai dengan kebutuhan atau tujuan si penyusun”. Bentuk modern dari senam ialah : Palang tak seimbang, balok keseimbangan, senam lantai. Olahraga senam sendiri ada bermacam-macam, seperti : senam kuno, senam sekolah, senam alat, senam korektif, senam irama, turnen, senam artistik.

DAFTAR PUSTAKA