Minggu, 31 Desember 2017

MAKALAH SYAIR

PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang
Karya sastra merupakan sebuah cipta yang dihasilkan oleh manusia yang memiliki nilai keindahan (nilai estetika) yang bisa berbentuk tulisan ataupun lisan. Secara umum Sastra diambil dari kata serapan bahasa sansekerta yang berarti teks yang mengandung instruksi, pedoman ataupun perintah.  Menurut Mursal Esten, Kesustraan adalah pengungkapan dari fakta artistik dan imajinatif sebagai manifestasi kehidupan manusia.
Berdasarkan pembagiannya, sastra terbagi kepada dua bagian yaitu sastra lama dan sastra modern. Sastra lama merupakan karya sastra yang berbentuk lisan atau ucapan, sering juga disebut sebagai sastra melayu yang proses terjadinya berasal dari ucapan serta cerita orang orang zaman dulu. Sastra lama biasanya berbentuk pantun, seloka, gurindam, syair, mantra serta talibun.
Dari beberapa bentuk sastra lama tersebut di atas, syair merupakan bentuk sastra klasik melayu yang sudah mendekati kepunahan akibat tergerus zaman. Pada zaman modern seperti sekarang ini jarang sekali kita temukan pelaksanaan upacara adat yang masih menggunakan syair sebagai lantunan yang mengiri upacara-upacara adat yang ada di Indonesia. Sehingga dengan adanya hal demikian penulis mengambil tema syair untuk dijadikan pembahasan dalam pembuatan makalah ini.

B.       Rumusan Masalah
Rumusan masalah dari pembuatan makalah ini yaitu :
1.        Apakah yang dimaksud dengan syair?
2.        Apa perbedaan dari syair, gurindam dan pantun?
3.        Apa saja jenis syair dan bagaimana contohnya?

C.      Tujuan Pembuatan Makalah
Tujuan pembuatan makalah yang diharapkan penulis dapat dijabarkan sebagai berikut :
1.        Untuk mengetahui pengertian dari syair.
2.        Dapat menentukan perbedaan syair, pantun dan gurindam.
3.        Untuk mengetahui jenis dan contoh syair.

D.      Manfaat Penulisan Makalah
Manfaat yang diharapakan penulis dari pembuatan makalah ini adalah untuk menambah wawasan serta ilmu pengetahuan tentang seluk beluk syair, jenis beserta contohnya yang ada di Indonesia.

PEMBAHASAN

A.      Pengertian Syair
Syair adalah salah satu puisi lama. Syair berasal dari Persia, dan dibawa masuk ke Nusantara bersama dengan masuknya Islam ke Indonesia. Kata atau istilah Syair berasal dari bahasa arab yaitu Syi'ir atau Syu'ur yang berarti perasaan yang menyadari, kemudian kata Syu'ur berkembang menjadi Syi'ru yang berarti puisi dalam pengetahuan umum. Dalam kamus bahasa Indonesia, syair adalah puisi lama yang tiap-tiap bait terdiri atas empat larik (baris) yang berakhir dengan bunyi yang sama; sajak; puisi.[1] 
5
Kata atau istilah Syair berasal dari bahasa arab yaitu Syi'ir atau Syu'ur yang berarti "perasaan yang menyadari", kemudian kata Syu'ur berkembang menjadi Syi'ru yang berarti puisi dalam pengetahuan umum. Pengertian yang lain, Syair adalah salah satu puisi lama. Syair berasal dari Persia, dan dibawa masuk ke Nusantara bersama dengan masuknya Islam ke Indonesia. Kemudian berkembang menjadi kata Syu’ur yang berarti puisi dalam pengertian umum. Maka syair dalam bahasa Melayu mengarah pada pengertian puisi secara umum. Namun berkembang dan mengalami perubahan dan modefikasi sehingga syair di desain sesuai dengan kondisi yang terjadi dalam perkembangan syair.[2]
Dengan demikian, ada yang mendefinisikan syair sebagai tembang yang penuh curahan perasaan. Meskipun demikian, bentuknya bukan puisi arab. Syair terdapat tiga macam yakni syair yang berisi cerita, syair yang mengisahkan kejadian dan syair yang berisi ajaran agama. Selain itu syair merupakan rangkaian kata-kata yang diciptakan pengarangnya dan wujud ekspresinya yang dikontemplasikan dengan alat-alat musik khasnya yaitu rabana.
Dalam perkembangannya syair tersebut mengalami perubahan dan modifikasi sehingga menjadi khas Melayu, tidak lagi mengacu pada tradisi sastra syair negeri Arab. Ikatan syair terjadi dari empat baris yang bersajak kadang-kadang terdapat juga syair yang bersajak dua-dua baris. Tiap-tiap baris panjangnya biasanya empat kata seperti pantun tetapi perbedaannya ialah empat baris pantun biasanya menyimpulkan sesuatu pikiran, perasaan, dan lain-lain sedangkan syair hampir selalu memakai lipatan empat. Kebanyakan syair ialah lukisan yang panjang-panjang misalnya lukisan suatu cerita, suatu nasehat, suatu ilmu dan lain-lain.

B.       Perbedaan Syair, Gurindam dan Pantun
Gurindam berasal dari bahasa Tamil (India) yaitu kirindam yang berarti mula-mula amsal, perumpamaan. Gurindam adalah satu bentuk puisi Melayu lama yang terdiri dari dua baris kalimat dengan irama akhir yang sama, yang merupakan satu kesatuan yang utuh. Baris pertama berisikan semacam soal, masalah atau perjanjian dan baris kedua berisikan jawabannya atau akibat dari masalah atau perjanjian pada baris pertama tadi.[3]
Syair adalah puisi lama yang terdiri atas 4 (empat) baris yang berakhir dengan bunyi yang sama (berirama aaaa). Puisi lama yang berasal dari Arab, yang memiliki ciri-ciri setiap bait terdiri dari 4 baris dan semua baris merupakan isi, jadi tidak memiliki sampiran, setiap baris terdiri dari 8-12 suku kata yang biasanya berisi nasehat, dongeng ataupun cerita.[4]
Sedangkan Pantun adalah puisi Melayu asli yang cukup mengakar dan membudaya dalam kehidupan masyarakat. Berdasarkan isinya pantun dibedakan menjadi beberapa macam, yaitu pantun anak muda, pantun jenaka, pantun teka-teki, pantun nasihat, dan pantun anak-anak. Banyak hal yang tidak dapat dikemukakan dengan kalimat-kalimat yang sederhana, dapat digantikan dengan penyampaian pantun.
Adapun perbedaan antara syair, gurindam dan pantun dapat dilihat dirinci sebagai berikut :
1.        Perbedaan antara syair dengan gurindam
1)        Gurindam terdiri dari dua baris kalimat dengan irama akhir yang sama, sedangkan syair terdiri atas empat baris dengan irama akhir sama.
2)        Baris pertama berisikan semacam soal dan baris kedua berisikan jawabannya, sedangkan syair semua baris merupakan isi, jadi tidak memiliki sampiran.

2.        Perbedaan  antara syair dengan pantun :
1)        Pantun baris pertama dan kedua disebut sampiran( pembayang ) dan baris ketiga dan keempat disebut isi ( maksud sampiran ), sedangkan syair keempat baris adalah arti/maksud si pengarang.
2)        Pantun terdiri sampiran dan isi, sedangkan syair tidak terdapat sampiran dan isi.
3)        Pantun berirama a-b-a-b/ a-a-a-a, sedangkan syair berirama a-a-a-a.
4)        Pantun bahasanya boleh campur-campur, sedangkan syair bahasanya harus sama.

 C.      Ciri Syair
Setiap karya sastra khususnya puisi terdapat perbedaan dan ciri khas masing-masing. Adapun ciri dari syair adalah sebagai berikut :
1.        Setiap bait terdiri dari empat baris.
2.        Setiap baris terdiri atas empat kata (antara 8-14 suku kata).
3.        Bersajak a-a-a-a.
4.        Semua baris adalah isi.
5.        Bahasanya biasanya kiasan.
6.        Isinya : cerita, hikayat, nasehat, petuah, atau tentang ilmu.
7.        Tidak dapat selesai dalam satu bait.

D.      Hakekat Syair
Hakikat syair adalah hal-hal yang diungkapkan penyair dalam syair. Hakikat syair terdiri atas tema, rasa, nada, dan amanat ataupesan. Hakikat syair disebut juga isi syair. Hakikat syair lama sangatlah jelas karena tersurat.

E.       Fungsi Syair
Fungsi syair antara lain :
1.        Berfungsi dalam kegiatan kesenian dan kebudayaan masyarakat.
2.        Syair dijadikan sebagai hiburan. Ia sering dilagukan dalam majlis-majlis tertentu. Contohnya : pesta dan keramaian, dipertandingkan atau dalam upacara-upacara adat.
3.        Selain itu, ia juga digunakan dalam adat perkahwinan.
4.        Syair juga dilagukan atau dinyanyikan sebagai mengiringi tarian-tarian tertentu. Contohnya: dalam dabus atau boria.
5.        Di samping itu, kemerduan suara atau kelembutan nada syair berupaya mengusik perasaan dan seterusnya meninggalkan kesan yang mendalam.
6.        Syair juga digunakan untuk menyampaikan pengajaran melalui cerita dan lagu tersebut. Contohnya: dalam hal-hal yang menyentuh aspek pengajaran.

F.        Struktur Bentuk Syair
Pada pembicaraan syair, unsur dalam sebuah syair dapat berupa unsur-unsur struktural karya seni (syair). Struktur pembangun makna ditinjau dari struktur fisik (kebahasaan) dan unsur batin. Struktur fisik berupa diksi, pengimajian, dan persajakan sedangkan struktur batinnya berupa tema, perasaan, nada dan suasana serta amanat. Oleh karena itu, pembicaraan tentang struktur syair tidak dapat dilepaskan dari pembicaraan tentang hubungan antara unsur-unsur pembangunnya. Hubungan antara unsur tersebut dapat berupa hubungan antara unsur di dalam syair maupun hubungan unsur di luar syair.
G.      Jenis Syair
Menurut isinya, syair dapat dibagi menjadi lima golongan, antara lain sebagai berikut :
1)        Syair Panji
Syair Panji menceritakan tentang keaadaan yang terjadi dalam istana dan keadaan orang-orang yang berasal dari isana. Contoh syair panji adalah Syair Ken Tambuhan yang menceritakan tentang seorang putri bernama Ken Tambuhan yang dijadikan persembahan kepada Sang Ratu Kauripan.
2)        Syair Romantis
Syair Romantis berisi tentang percintaan yang biasanya terdapat pada cerita alipur laram hikayat, maupun cerita rakyat. Contoh syair romantis yakni Syair Bidasari yang menceritakan tentang seorang putri raja yang telah dibuang ibunya. Setelah beberapa lama ia dicari Putra Bangsawan (saudaranya) untuk bertemu dengan ibunya, Pertemuan pun terjadi dan akhirnya Bidasari memaafkan ibunya, yang telah membuang dirinya.
3)        Syair Kiasan
Syair Kiasan berisi tentang percintaan ikan, burung, bunga atau buah-buahan. Percintaan tersebut merupakan kiasan atau sindiran terhadap peristiwa tertentu. Contoh syair kiasan adalah Syair Burung Pungguk yang isinya menceritakan tentang percintaan yang gagal akibat perbedaan pangkat, atau seperti perumpamaan “seperti pungguk merindukan bulan”.
4)        Syair Sejarah
Syair Sejarah adalah syair yang berdasarkan peristiwa sejarah. Sebagian besar syair sejarah berisi tentang peperangan. Contoh syair sejarah adalah Syair Perang Mangkasar (dahulu bernama Syair Sipelman), berisi tentang perang antara orang-orang Makassar dengan Belanda.
5)        Syair Agama
Syair Agama merupakan syair terpenting. Syair agama dibagi menjadi empat yaitu :
a)    Syair Sufi
b)   Syair tentang ajaran Islam
c)    Syair Riwayat Cerita Nabi
d)   Syair Nasihat.[5]

H.      Contoh-Contoh Syair

1.        Contoh Syair Nasihat

Wahai Ananda dengarlah pesan
Pakai olehmu sifat anak jantan
Bertanggung jawab dalam perbuatan
Beban dipikul pantang dielakkan
Wahai Ananda intan pilihan
Sifat tanggung jawab engkau amalkan
Berani mencencang terpotong tangan
Berani berhutang tumbuhlah beban
Wahai Ananda permata hikmat
Tanggung jawabmu hendaklah ingat
Berani menanggung sebab akibat
Berani berbuat tangan dikebat

Wahai Ananda intan terserlah
Bertanggung jawab dalam bertingkah
Berani menanggung sakit dan susah
Berani mati mempertahankan lidah
Wahai Ananda Bunda berpesan
Tanggung jawabmu jangan tinggalkan
Sakit dan perih engkau tahankan
Aib dan malu engkau tampungkan

2.        Contoh Syair Pendidikan

Bangunan ini sudah tua
Namun jangan dikira renta
Kemarilah untuk bermimpi dan berharap
Tentang gelora masa muda
Jika memang punya mimpi
Datanglah belajar di sini
Sebagai bekal untuk diri
Kelak berguna masa nanti
Bangunan tua ini sekolahmu
Sekolah untuk menimba ilmu
Belajar tekun bersama Guru
Untuk ilmu yang baru

3.        Contoh Syair Cinta Romantis

Dengan bismillah permulaan warkat
Diambil kertas kalam diangkat
Pena dan tinta jadi serikat
Menyampaikan hakikat dengan hasrat
Pena menyelam dawat menyambut
Terbentang kertas putih umbut
Kalam menari kata disebut
Jejak terbentang sebagai rambut

Awal mulanya surat direka 
Kenangan menyerang tidak berjangka
Siang malam segenap ketika
Wajah Adinda rasa di muka
Surat inilah pengganti diri
Datang menjelang muda bestari
Duduk berbincang berperi-peri
Melepas rindu hati sanubari
4.        Syair Kiasan
Paksi Simbangan konon namanya
Cantik dan manis sekalian lakunya
Matanya intan cemerlang cahayanya
Paruhnya gemala tiada taranya

Terbangnya Simbangan berperi-peri
Lintas di Kampung Bayan Johari
Terlihatlah kepada putrinya Nuri
Mukanya cemerlang manis berseri
Simbangan mengerling ke atas geta
Samalah sama berjumpa mata
Berkobaran arwah leburlah cinta
Letih dan lesu rasa anggauta

5.        Syair Agama
Janganlah engkau berbuat maksiat
Janganlah engkau berbuat jahat
Segeralah engkau bertaubat
Agar selamat dunia akhirat
Apabila engkau kesulitan
Dan menerima segala cobaan
Memohonlah kepada Tuhan
Pasti Tuhan mengabulkan
Jangan lupa kepadanya
Patuhilah perintahnya
Bertaubatlah kepadanya
Pasti Tuhan menerimanya


KESIMPULAN DAN SARAN

A.      Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat dirangkum dalam penulisan makalah ini yaitu bahwa karya sastra sudah ada sejak zaman dahulu, semakin hari terus mengalami perkembangan seiring dengan semakin banyaknya penemuan yang membuat dunia menjadi lebih modern. Sastra merupakan sebuah jenis tulisan yang memiliki arti atau keindahan tertentu, bisa berbentuk tulisan atau pun ucapan (lisan).
Syair adalah puisi lama yang terdiri atas 4 (empat) baris yang berakhir dengan bunyi yang sama (berirama aaaa). yang berasal dari bahasa Arab, yang memiliki ciri-ciri setiap bait terdiri dari 4 baris dan semua baris merupakan isi, jadi tidak memiliki sampiran, setiap baris terdiri dari 8-12 suku kata yang biasanya berisi nasehat, dongeng ataupun cerita.
Adapun perbedaan antara syair, gurindam dan pantun yaitu Gurindam terdiri dari dua baris kalimat dengan irama akhir yang sama, sedangkan syair terdiri atas empat baris dengan irama akhir sama dan Pantun berirama a-b-a-b/ a-a-a-a. Baris pertama Gurindam berisikan semacam soal dan baris kedua berisikan jawabannya, dan syair semua baris merupakan isi, sedangkan pantun pada baris pertama dan kedua disebut sampiran dan baris ketiga serta keempat disebut isi .
Hakikat syair terdiri atas tema, rasa, nada, dan amanat atau pesan. Syair berfungsi sebagai hiburan dan dilagukan dalam majlis-majlis tertentu. Selain itu juga digunakan dalam adat perkawinan. Struktur fisik syair dapat berupa diksi, pengimajian, dan persajakan sedangkan struktur batinnya berupa tema, perasaan, nada dan suasana serta amanat.

DAFTAR PUSTAKA
Effendy Tenas, Pemakaian Ungkapan dalam Upacara Perkawinan orang Melayu, Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu bekerja sama dengan AdiCita, Yogyakarta 2004
Esten, Mursal. 1978. Kesusasteraan : Pengantar Teori dan Sejarah. Bandung : Angkasa
Haji Ali Raja, Gurindam dua belas dan sejumlah sajak Lain, Yayasan Pusaka Riau, Pekanbaru Riau, 2002
Suryanto, Alex dan Agus Haryanto.2007. Panduan Belajar Bahasa dan Sastra Indonesia untuk SMA dan MA Kelas X. Tangerang: ESIS. 


Kamis, 21 Desember 2017

LAPORAN PRAKTIKUM ANALISIS BAHAN PERTANIAN "PROTEIN DAN SENYAWA BERNITROGEN “PENETAPAN PROTEIN KASAR METODE KJELDAHL MIKRO”

LAPORAN PRAKTIKUM ANALISIS BAHAN PERTANIAN
PRAKTIKUM IV
PROTEIN DAN SENYAWA BERNITROGEN “PENETAPAN PROTEIN KASAR METODE KJELDAHL MIKRO”

PENDAHULUAN
1. LATAR BELAKANG
Protein, karbohidrat, dan air merupakan kandungan utama dalam bahan pangan. Protein dibutuhkan terutama untuk pertumbuhan dan memperbaiki jaringan tubuh yang rusak (Danuwarsa, 2006).
Protein adalah senyawa organik komplek berbobot molekul tinggi yang merupakan polimet dari monomer-monumer asam amino yang dihubungkan satu sama lain debfab ikatan peptide. Molekul protein mengandung karbon, hydrogen, oksigen, nitrogen dan kadang kala sulfur serta fosfor (Anonim, 2009).
Protein merupakan suatu zat makanan yang sangat penting agi tubuh karena zat ini berfungsi sebagai sumber energy dalam tubuh serta sebagai zat pembangun dan pengatur (Winarno, 1992 dalam Rr Wirastuti dkk, 2006).
Kebanyakan protein merupakan enzim atau sub unit enzim. Jenis protein lain berfungsi dalam fungsi structural atau mekanis, seperti misalnya protein yang membentuk batang dan sedi sitoiskeleton. Protein terlibat dalam sistem kekebalan (imun) sebagai anti bodi, sistem kendali dalam bentuk hormone, sumber gizi. Protein berperan sebagai asam amino bagi organisme yang tidak mampu membentuk asam amino tersebut (heterotof) (Anonim, 2009).
Banyak agensia yang menyebabkan perubahan sifat alamiah dari protein seperti panas, asam, basa, solven organik, garam, logam berat dan radiasi sinar radioaktif (Winarno, 1992 dalam Rr Wirastuti dkk, 2006).

2. TUJUAN
Tujuan dari praktikum ini adalah :
1.  Mahasiswa mampu menganalisis kadar protein kasar dengan menggunakan metode mikro kjeldahl.
2.  Mahasiswa memahami prinsip dekstruksi, distilasi dan titrasi.
3.  Mahasiswa memahami kadar protein kasar pada berbagai jenis bahan.

METODOLOGI
1.  Alat Dan Bahan
Bahan yang digunakan pada praktikum ini adalah : kacang tanah, pisang, tepung tapioca. Pereaksi (asam sulfat pekat, air raksa oksida, kalsium sulfat, larutan natrium hidroksida 40%, larutan asam borat jenuh, larutan asam klorida 0,02 N)

Alat yang digunakan adalah : pemanas kjedhal lengkap yang dihubungkan dengan penghisap uap air melalui aspirator, labu kjedhal terukur 30 ml/50 ml, alat destilasi lengkap dengan Erlenmeyer berpenampunng terukur 125 ml dan neraca analitik.

2.  Metode Kerja
a.   Ditimbang sejumlah kecil sampel sekitar 100 mg (kira-kira membutuhkan 3 – 10 ml Hcl)
b.   Kemudian dipindahkan ke dalam labu kjedhal 30 ml.
c.   Ditambahkan 1,9 ± 0,1 gr K2SO4, 10 ± 1 mg mg H2O dan2,0 ± 0,1 ml H2SO4.
d.   Jika sampel lebih dari 15 mg, tambahkan 0,1 ml H2SO4 untuk setiap 10 mg bahan organik diatas 15 mg.
e.   Kemudian ditambahkan beberapa butir batu didih.
f.   Didihkan sampel selama 1 – 1,5 jam sampai cairan menjadi jernih.
g.   Kemudian didinginkan, ditambahkan sejumlah kecil air secara perlahan-lahan kemudian didinginkan.
h.   Isi labu dipindahkan ke dalam alat destilasi.
i.   Labu dicuci dan dibilas 5 – 6 kali dengan 1- 2 ml air, kemudian air cucian dipindahkan ke dalam alat destilasi.
j.   Erlenmeyar 125 ml yang berisi 5 ml larutan H2BO3 dan 2 – 4 tetes indicator (campuran 2 bagian metil merah 0,2%  dalam alcohol).
k.   1 bagian metilan blue 0,2% dalam alcohol diletakkan dibagian bawah kondensor
l.   Ujung tabung harus terendam di bawah larutan H2BO3
m.   Larutan NaOH 40% ditambahkan sebanyak 8-10 ml.
n.   Kemudian dilakukan destilasi sampai terapung kira-kira 1 ml destilat dalam Erlenmeyer.
o.   Tabung kondensor dibilas dengan air, bilasannya ditampung di dalam Erlenmeyer yang sama.
p.   Isi Erlenmeyer diencerkan sampai 50 ml, kemudian dititrasi dengan Hcl 0,02 N sampai terjadi perubahan warna menjadi abu-abu.
q.   Dilakukan juga penetapan blanko.
r.   Hasil.

HASIL DAN PEMBAHASAN
A.    HASIL
Berat sampel (g)
Ml Hcl blanko (ml)
Ml Hcl sampel
Normalitas
Kadar Protein
Kacang = 100,6
0
3
0,02
0,92
Tapioca = 100
0
13,7
0,02
0.8754
Pisang = 91,4
0
3
0,02
0,008

B.    PEMBAHASAN
Prinsip cara analisis kjedahl adalah sebagai berikut : mula-mula bahan didestruksi dengan asam  sulfat peka menggunakan katalis selenium oksiklorida atau butiran Zn. Ammonium yang terjadi ditampung dan dititrasi dengan bantuan indicator. Cara kerja kjeldahl pada umumnya dapat dibedakan atas 2 cara yaitu makro dan semimakro. Cara makro Kjeldahl digunakan untuk bahan yang sukar dihomegenisasi dan besarnya 1-3 gr, sedangkan semi makro Kjeldahl untuk contoh ukuran kecil kurang dari 300 mg.
Pada prakikum ini digunakan metode mikro Kjeldahl karena dapat digunakan untuk semua jenis bahan, relative mudah, tidak mahal dan akurat untuk perhitungan kadar kasar. Selain itu metode Kjeldahl juga digunakan di seluruh dunia karena metode tersebut lebih mudah dan murah cara pengerjaannya daripada metode yang lain.
Pada umumnya metode mikro Kjeldahl dilakukan dengan 3 cara, yaitu:
1.  Dekstruksi
Destruksi berfungsi untuk memutuskan ikatan-ikaan yang terdapat di dalam protein dengan menggunakan kaalis, panas dan asam sulfat sehingga terbentuk ammonium sulfat.
2.  Destilasi
Pada tahap destilasi, ammonium sulfat dipecah menjadi ammonium dengan penambahan NaOH sampai alkalis dan dipanaskan. Agar selama desilasi tidak terjadi percikan cairan atau timbulnya gelembung gas yang besar maka dapat ditambahkan logam zink.
3.  Titrasi
Apabila penampung destilasi digunakan asam borat, maka banyaknya asam borat yang bereaksi dengan ammonia dapat diketahui dengan titrasi menggunakan asam klorida 0,1 N dengan indicator metilan blue.
Dari hasil praktikum yang didapat diketahui bahwa kacang tanah mempunyai kadar protein paling tinggi diantara pisang dan tapioca yaitu sebesar 0,92%. Sedangkan tapioca adalah 0,87% dan pisang 0,008%.

KESIMPULAN
Kesimpulan yang didapat dari praktikum ini adalah :
1.    Penetapatan kadar protein kasar dapat dilakukan dengan metode Kjeldahl mikro.
2.    Protein merupakan bahan yang mengandung unsur nitrogen.
3.    Kadar protein tertinggi terdapat di dalam bahan seperti kacang yaiu 0,92%.
4.    Sedangkan kadar protein terendah terdapat di dalam pisang yaitu 0,008%.

DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2009. Protein. Http://id.wikipedia.org/wiki/protein. Diakses tanggal 14 Oktober 2009. Pukul 20.00 wita.
Danuwarsa. 2006. Analisis Proksimat dan Asam Lemak pada Beberapa Bahan Komoditas Kacang-Kacangan. www.pustaka.Deptan.go.id. Diakses tanggal 14 Oktober 2009. Pukul 20.00 wita.

Rr. Wirastuti, dkk. 2006. Laporan Praktikum Evaluasi Gizi dalam Pengolahan (EGDP). Fakultas Teknologi Pertanian. Yogyakarta.

Kamis, 08 September 2016

MINYAK DAN LEMAK (PENETAPAN LEMAK KASAR METODE EKSTRAKSI SOXHLET)

PRAKTIKUM III
I.    PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang
Lemak dan minyak adalah salah satu kelompok yang termasuk pada golongan lipid, yaitu senyawa organic yang terdapat di alam serta tidak larut dalam air, tetapi larut dalam pelarut organic (non polar). Misalnya dietel, kloroform, benzene dan hidrokarbon lainnya. Lemak dan minyak dapat larut dalam pelarut yang disebutkan di atas karena lemak dan minyak mempunyai polaritas yang sama dengan pelarut tersebut (Ginting dan Kerlina, 2002).
Lemak dan minyak merupakan senyawa trigliserida atau triasigliserol yang berarti “tiester dari gliserol”. Jadi, lemak dan minyak merupakan senyawa eter. Hasil hidrolisis lemak dan minyak adalah asam karboksilat dan gliserol. Asam karboksilat ini juga disebut asam lemak yang mempunyai rantai hidrokarbaon yang panjang dan tidak bercabang (Ginting dan Herlina, 2002).
Kadar lemak dapat ditetapkan dengan menggunakan pelarut organik selain lemak juga terikut fosfolipida, sterol, asam lemak bebas, karetonoid dan pigmen yang lain. Karena itu hasil analisisnya disebut lemak kasar. Pada garis besarnya analisi lemak kasar ada 2 cara, yaitu cara kering (ekstraksi panas) dan cara basah (ekstraksi dingin). Ekstraksi lemak dari bahan kering dapat dikerjakan secara terputus-putus (berkesinambungan). Ekstraksi terputus-putus dapat dijalankan dengan alat soxhlet atau ASTM (Darmasih, 1997).

B.  Tujuan Praktikum
Adapun tujuan dari praktikum ini adalah :
1.  Memahami cara melakukan analisis lemak kasar dengan metode ekstraksi soxhlet.
2.  Melakukan perhitungan kadar lemak kasar baik kadar lemak.
3.  Mampu menganalisis kadar-kadar berbagai jenis bahan atau produk pertanian.

II.   METODOLOGI
A.  Alat dan Bahan
Alat Yang digunakan
Peralatan yang digunakan pada praktikum ini adalah :
1.  Alat ekstraksi lemak lengkap dengan kondensor dan labu lemak.
2.  Alat pemanas listrik atau penangas uap.
3.  Oven.
4.  Neraca analitik.
Bahan yang digunakan
Adapun bahan yang digunakan pada praktikum ini adalah :
1.  Tapioca
2.  Kacang tanah
3.  Heksan (sebagai pereaksi)

B.  Metode Kerja
1.  Labu lemak diambil yang ukurannya sesuai dengan alat ekstraksi soxhlet yang akan digunakan (a)
2.  Dikeringkan di dalam oven dan didinginkan di dalam desikator kemudian ditimbang (a)
3.  Hasil (a)
1.  Ditimbang 5 gr sampel dalam bentuk tepung dan kering serta langsung dimasukkan ke dalam kertas saring yang sesuai ukurannya (b)
2.  Kemudian ditutup dengan kapas yang bebas lemak sebagai alternative sampel dapat dibungkus dengan kertas saring (b)
3.  Timbel atau kertas saring yang berisi sampel diletakkan di dalam alat ekstraksi soxhlet (b)
4.  Kemudian dipasang alat kondensor di atasnya dan labu lemak di bawahnya (b)
5.  Pelarut dietel atau petroleum eter dituangkan ke dalam labu lemak secukupnya sesuai dengan ukuran soxhlet yang digunakan (b)
6.  Refluks dilakukan selama minimum 5 jam sampai pelarut yang kembali ke labu berwarna jernih (b)
7.  Pelarut yang ada di dalam labu lemak didestilasi dan pelarutnya ditampung (b)
8.  Selanjutnya labu lemak yang berisi lemak hasil ekstraksi dipanaskan di dalam oven pada suhu 1050C (b)
9.  Seteleh dikeringkan sampai berat tetap dan didinginkan dalam desikator, ditimbang labu beserta lemaknya tersebut dan berat lemak dapat dihitung (b)
10. Hasil (b)

III. HASIL DAN PEMBAHASAN
A.  Hasil
Adapun hasil yang didapatkan pada praktikum ini adalah sebagai berikut :
1.  Berat sampel tapioca (3,02 gr) dan kacang tanah (3,02 gr)
2.  Berat labu lemak tapioca (101,92 gr) dan kacang tanah (118,41 gr)
3.  Berat labu lemak + lemak tapioca (101,93 gr) dan kacang tanah (120,12 gr)
4.  Berat lemak tapioca (0,01 gr) dan kacang tanah (1,71 gr)
5.  Kadar lemak tapioca (0,33%) dan kacang tanah (56,62%)

B.  Pembahasan
Pada praktikum yang telah dilaksanakan untuk menentukan atau meneapkan lemak kasar suatu bahan/produk pertanian dapat dilakukan dengan menggunakan metode Soxhlet. Metode Soxlhet biasanya digunakan untuk ekstrasi lemak dari bahan yang kering.
Prinsip dalam menentukan lemak kasr yaitu lemak diekstrak dengan pelarut non polar, seperti heksan dan dietel eter. Setelah pelarutnya diuapkan, lemaknya dapat ditimbang dan dihitung persentasenya.
Sampel yang digunakan 5 gr yang dimasukkan ke dalam kertas saring setelah itu dimasukkan kapas dan labu dipasang di bawahnya dan pelarut yang digunakan adalah dietel eter atau petrolom eter. Setelah itu diletakkan di atas penangas air sampai mendidih kemudian dihitung sampai 2 jam kemudian dimatikan. Kemudian dilanjutkan selama 2 jam dengan penangas air yang sedang menyala sedangkan 1 jamnya dengan penangas air yang telah dimatikan, dan proses ini disebut refluks.
Dari praktikum yang telah dilaksanakan didapat hasil bahwa kacang tanah memiliki kadar lemak yang paling tinggi dari pada kacang-kacangan karena kacang tanah mengandung omega 3 yang merupakan lemak tak jenuh tunggal.
Kacang tanah memiliki kadar lemak yang tinggi yaitu sebesar 56,62% daripada tapioca yang hanya mengandung kadar lemak sebesar 0,33%, hal ini diakibatkan karena tapioca lebih banyak mengandung protein dan pati daripada lemak.

IV.   KESIMPULAN
Kesimpulan yang didapatkan dari praktikum ini adalah
1.  Lemak kasar dapat ditentukan dengan metode soxhlet.
2.  Analisis kadar lemak dapat ditentukan dengan cara kering dan basah.
3.  Lemak dan minyak adalah suatu senyawa yang merupakan ester dari gliserol dan asam lemak.
4.  Kacang tanah memiliki kadar lemak yang lebih tinggi dibandingkan dengan tapioca yaitu sebesar 56,62%.

DAFTAR PUSTAKA
Darmasih. 1997. Penetapan Kadar Lemak Kasar dalam Makanan Ternak Non Ruminansia dengan Metode Kering. http://peternakan.litbang.deptan.go.id diakses tanggal 14 Oktober 2009 jam 20.00 Wita.
Ginting dan Herlina. 2002. Lemak dan Minyak. Http://library.usu.ac.id diakses tanggal 14 Oktober 2009 jam 20.00 Wita.