Selasa, 01 Maret 2016

Makalah Tari Radap Rahayu

BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang
Menurut Soedarsono (1977), salah seorang budayawan dan peneliti seni pertunjukan Indonesia, menjelaskan bahwa, “secara garis besar perkembangan seni pertunjukan Indonesia tradisional sangat dipengaruhi oleh adanya kontak dengan budaya besar dari luar (asing)”. Tarian daerah Indonesia dengan beraneka ragam jenis tarian indonesia seni tari membuat indonesia kaya akan adat  kebudayaan kesenian. Tarian Indonesia mencerminkan kekayaan dan keanekaragaman suku bangsa dan budaya Indonesia. terdapat lebih dari 3000 tarian asli Indonesia. Tari tradisional merupakan bentuk tarian yang sudah lama ada, diwariskan secara turun-temurun, serta biasanya mengandung nilai filosofi, simbolis, dan religious. Sebelum bersentuhan dengan pengaruh asing, suku bangsa di kepulauan Indonesia sudah mengembangkan seni tarinya tersendiri. Banyak ahli antropologi percaya bahwa tarian di Indonesia berawal dari gerakan ritual dan upacara keagamaan.
Setiap provinsi atau daerah yang ada di Indonesia memiliki tari tradisional masing-masing seperti tari Kecak dari provinsi Bali, tari Andum dari provinsi Bengkulu dan tari babujungan dari provinsi Kalimantan Selatan. Selain yang telah disebutkan di atas, masih banyak lagi macam-macam tari tradisional yang ada di Indonesia, khususnya di provinsi Kalimantan Selatan, tidak hanya ada tari Babujungan tetapi juga ada tari tari Gandut, tari Dadap, tari baksa panah dan lain-lain. Tari tradisional yang ada di Kalimantan Selatan biasanya dipertunjukkan dalam rangka acara perkawinan, kelahiran, peringatan peristiwa penting maupun dalam hal menyambut kedatangan tamu. Seperti tari Radap Rahayu yang diperuntukkan sebagai penghormatan dalam menyambut tamu penting yang datang, misalnya tamu kerajaan yang datang ke Keraton pada zaman dahulu.


B.       Rumusan Masalah
Rumusan masalah yang akan dikemukan dalam makalah ini yaitu :
1.        Seni Tari Tradisional?
2.        Sejarah Seni Tari Banjar?
3.        Sejarah Tari Radap Rahayu?
4.        Ragam Gerak Tari Radap Rahayu?

C.       Tujuan
Tujuan yang dari pembuatan makalah ini adalah :
1.        Memenuhi tugas Seni Budaya yang telah diberikan oleh guru pengajar.
2.        Memberikan ilmu pengetahuan dan rasa cinta terhadap tari tradisional Kalimantan Selatan khususnya Tari Radap Rahayu.




















BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A.      Seni Tari Tradisional
Seni tari adalah seni yang mengekspresikan nilai batin melalui gerak yang indah dari tubuh/fisik dan mimik. Seni tari secara umum memiliki aspek-aspek gerak, ritmis, keindahan, dan ekspresi. Selain itu, seni tari memiliki unsur-unsur ruang, tenaga, dan waktu. Ruang berhubungan dengan posisi, tingkatan, dan jangkauan. Posisi berhubungan dengan arah hadap dan arah gerak. Arah hadap, seperti menghadap kedepan, kebelakang, serong kanan, dan serong kiri, arah gerak, contohnya menuju kedepan, kebelakang, memutar, atau zigzag. Tingkatan berhubungan dengan tinggi rendahnya posisi duduk dan level tinggi dengan posisi kaki dijinjitkan atau dengan meloncat loncat. Jangkauan berhubungan dengan gerak yang panjang atau pendek, gerak yang besar atau kecil.
Tari tradisional merupakan bentuk tarian yang sudah lama ada, diwariskan secara turun-temurun, serta biasanya mengandung nilai filosofi, simbolis, dan religious. Sebelum bersentuhan dengan pengaruh asing, suku bangsa di kepulauan Indonesia sudah mengembangkan seni tarinya tersendiri. Banyak ahli antropologi percaya bahwa tarian di Indonesia berawal dari gerakan ritual dan upacara keagamaan. Tari tradisional Indonesia mencerminkan kekayaan dan keanekaragaman bangsa Indonesia. Beberapa tradisi seni tari seperti; tarian Bali, tarian Jawa, tarian Sunda, tarian Minangkabau, tarian Palembang, tarian Melayu, taruan Aceh, dan masih banyak lagi adalah seni tari yang berkembang sejak dahulu kala, meskipun demikian tari ini tetap dikembangkan hingga kini.

B.       Sejarah Tari Seni Banjar
Budaya dan tradisi orang Banjar adalah hasil asimilasi selama berabad-abad. Budaya tersebut dipengaruhi oleh kepercayaan Islam yang dibawa oleh pedagang Arab dan Persia. Adat istiadat Banjar yang melekat dengan kehidupan sosial warga masyarakat yang bercirikan Islam terus terjaga dan dipertahankan, nampak dari aktivitas kehidupan mereka sehari-hari. Hal ini dapat juga disaksikan melalui berbagai pentas kesenian Banjar yang sering ditampilkan dalam acara-acara resmi, seperti tari-tarian dan lagu Banjar
Seni tari suku banjar terbagi menjadi dua, yaitu seni tari yang dikembangkan di lingkungan istana (keraton), dan seni tari dikembangkan oleh rakyat. Seni tari keraton ditandai dengan nama “Baksa” yang berasal dari bahasa Jawa (beksan) yang menandakan kehalusan gerak dalam tata tarinya.

C.       Sejarah Tari Radap Rahayu
Tari Radap Rahayu adalah tari semi klasik daerah Banjar yang dipetik dari upacara Puja Batam (berdoa’a) diatas kapal Prabayaksa yang kandas di Pembatanan (Lok Baintan) sungai Martapura, dari perjalanan pulang dari Majapahit yang membawa Raden Putra Suryanata kembali kenegara Dipa (Amuntai). Dari upacara Bantan (Puja) disusunlah suatu tarian upacara adat Tapung Tawar oleh Amir Hasan Kiai Bondan (Budayawan Kal-Sel) yang diberi nama Upacara Beradab atau yang kemudian disebut Radap Rahayu. Pada tahun 1950, tari Radap Rahayu ini dikembangkan oleh Amir Hasan Kiai Bondan sendiri melalui sebuah organisasi Badan Kesenian Peradaban Kebudayaan Indonesia Kal – Sel (Perpekindo Kal – Sel) dan pada tahun 1956 tari Radap Rahayu mulai berkembang dan dikenal masyarakat luas.

D.      Sinopsis Tari Radap Rahayu
Asal muasal Tari Radap Rahayu adalah ketika Kapal Perabu Yaksa yang ditumpangi Patih Lambung Mangkurat yang pulang lawatan dari Kerajaan Majapahit, ketika sampai di Muara Mantuil dan akan memasuki Sungai Barito, kapal Perabu Yaksa kandas di tengah jalan. Perahu menjadi oleng dan nyaris terbalik. Melihat ini, Patih Lambung Mangkurat lalu memuja “ Bantam” yakni meminta pertolongan pada Yang Maha kuasa agar kapal dapat diselamatkan. Tak lama dari angkasa turunlah tujuh bidadari ke atas kapal kemudian mengadakan upacara beradap-radap. Akhirnya kapal tersebut kembali normal dan tujuh bidadari tersebut kembali ke Kayangan. Kapal melanjutkan pulang ke Kerajaan Dwipa.
Dari cerita ini lahirlah Tari “ Radap Rahayu “ ( anonim ). Tarian ini sangat terkenal di Kerajaan Banjar karena dipentaskan setiap acara penobatan raja serta pembesar-pembesar kerajaan dan juga sebagai tarian penyambut tamu kehormatan yang datang ke Banua Banjar, upacara perkawinan, dan upacara memalas banua sebagai tapung tawar untuk keselamatan. Tarian ini termasuk jenis tari klasik Banjar yang beraliran melayu dan bersifat sakral. Dalam tarian ini diperlihatkan para bidadari dari kayangan turun ke bumi untuk memberikan doa restu serta keselamatan . Gerak ini diperlihatkan pada gerakan awal serta akhir tari dengan gerak “terbang layang”. Sayair lagu Tari Radap Rahayu diselingi dengan sebuah nyanyian yang isi syairnya mengundang makhluk-makhluk halus ( bidadari ) ketika ragam gerak “Tapung Tawar”, untuk turun ke bumi.
Jumlah penari Radap Rahayu selalu menunjukkan bilangan ganjil, yaitu : 1,3,5,7 dan seterusnya. Tata Busana telah baku yaitu baju layang. Hiasan rambut mengggunakan untaian kembang bogam. Selendang berperan untuk melukiskan seorang bidadari, disertai cupu sebagai tempat beras kuning dan bunga rampai untuk doa restu dibawa para penari di tangan kiri. Seiring lenyapnya Kerajaan Dwipa, lenyap juga Tari Radap Rahayu. Tarian tersebut kembali digubah oleh seniman Kerajaan Banjar bernama Pangeran Hidayatullah. Namun kembali terlupakan ketika berkecamuknya perang Banjar mengusir penjajah Belanda. Pada tahun 1955 oleh seorang Budayawan bernama Kiayi Amir Hasan Bondan membangkitkan kembali melalui Kelompok Tari yang didirikannya bernama PERPEKINDO ( Perintis Peradaban dan Kebudayaan Indonesia) yang berkedudukan di Banjarmasin. Sampai saat ini PERPEKINDO masih aktif mengembangkan dan melestarikan Tari Radap Rahayu.

E.       Ragam Gerak Tari Radap Rahayu
Seperti halnya pada tarian keraton/kerajaan lainya, ciri gerakan tari Radap Rahayu adalah gerak-gerak tari kerajaan Banjar. Perwujudan gerak tarinya sangat berkaitan dengan kegiatan atau peristiwa berdasar konteksnya. Vokabuler gerak dibuat untuk memberikan aksen dari peristiwa adat yang khas dari suku ‘Banjar ‘ atau Pesisir yang menyebut dirinya sebagai turunan orang  Banjar asli. Penghayatan tarian semacam ini tentunya terbatas pada wilayah adat yang mendasarinya. Berdasar wujudnya, apabila diamati bentuk-bentuk gerak tari Radap Rahayu tidak berbeda jauh dengan bentuk gerak tarian Banjar pada umumnya. Hanya gaya penyajian geraknya yang kental memberikan ciri khas etnis kerajaan Banjar yang sesuai dengan irama hidup masyarakat Banjar. Kemiripan tatanan tari antara daerah satu dengan lainnya tidak terlepas dari latar belakang sejarah keberadaannya.
 Tari secara keseluruhan ditandai oleh ciri umum. Sikap dada yang tegap, langkah-langkah yang tenang terukur, gerak-gerak lengan dengan variasi arah yang luas tetapi dengan posisi stabil pada siku, gerak yang serba halus tertahan, gerak-gerak leher yang terolah dalam berbagai variasi, penggunaan selendang untuk memperluas kemungkinan bentuk, serta tarikan wajah yang tidak “dimainkan” tanda dari tarian.
Adapun ragam-ragam gerak tari radap rahayu yaitu Tarbang layang, Limbai kipas, Dandang Mangapak, Mandoa (sembahan), Mambunga, Alang Manari, Lontang Penuh, Lontang Setengah, Gagoreh Sembadra, Gagoreh Srikandi, Mantang, Tarbang layang seperti gerakan (1), Mendoa ( sesembahan ), seperti gerakan ( 4 ), Membunga, seperti gerakan ( 5 ), Tapung Tawar, Puja Bantam ( Sasar Selendang ), Angin Tutus, Tarbang Layang ( Penutup ).

F.        Kostum dan Perlengkapan Tari Radap Rahayu
Perlengkapan Tari Radap Rahayu
Kostum
Property
Perlengkapan kepala
Perlengkapan badan
Baju Layang
Kembang Rapai/ Beras Kuning
Mahkota
Kalung Samban
Tapih Air Guci
Bokor
Bunga Bogam
Anting Barumbai
Selendang Panjang
Selendang Panjang
Karang Jagung
Gelang Keroncong
        Cemara/Rambut Palsu
Kambang Goyang

a.         Kostum Tari Radap Rahayu
Tari Radap Rahayu ditarikan oleh remaja putri, jumlah penari yang biasanya terdiri dari tiga orang, namun kadang ditarikan lebih dari tiga. Dalam tari Radap Rahayu para penarinya menggunakan baju Layang yaitu bagian bahu terbelah. Dimana untuk Kostum tari Radap Rahayu merupakan kostum dari para remaja putri kerajaan Banjar
b.        Properti Tari Radap Rahayu
Properti dalam  tari Radap Rahayu yaitu sebuah cupu kecil (bokor : bahasa Jawa) yang berisi bunga mawar merah dan putih yang nantinya ditaburkan sebagai simbol menghilangkan hal-hal yang tidak baik dalam diri orang disekitarnya atau yang melihat tari Radap Rahayu tersebut. Sajian tari Radap Rahayu diawali sembahan dan diakhiri oleh sembahan.
c.         Kelengkapan  Busana Tari Radap Rahayu
·           Hiasan kepala (mahkota gunungan)
·           Kambang goyang
·           Kalung samban barangkap
·           Anting-anting barumbai
·           Gelang keroncong
·           Bunga bogam / Karang jagung
·           Catik sirih diantara kening
d.        Tata Rias Tari Radap Rahayu
Tata rias yang digunakan dalam pementasan tari radap rahayu hampir sama dengan tari yang lainnya yaitu bedak misalnya bedak merk viva yang sudah terkenal sejak dulu, lipstik, pemerah pipi, pensil alis.

e.         Alat Musik
Didalam pertunjukan tari Radap Rahayu, dimainkan beberapa alat musik. Diantara :
1.      Terbang/rebana                              2 buah
2.      Biola                                              1 buah
3.      Seruling                                         1 buah
4.      Panting                                          2 buah
5.      Gong                                             1 buah
6.      Babun                                            1 buah

Syair lagu tari Radap Rahayu
Dangar-dangar kami bahiau, Dangar-dangar kami manyaru,
Ikam turun dikukus manyan, Ikam turun di kukus dupa.
Dangar-dangar kami bahiau, Dangar-dangar kami manyaru,
Ikam turun jangan saurangan, Bawa-I kawan nang sarasi.
Kami mainjam tangan nang dinginan, Mamapai pusaka nang badatu,
Ikam turun jangan saurangan, Bawa-I kawan nang sarasi.
Tampurung dibawah batu, Ikam turun baranak bacucu,
Sampailah baminantu, Rukui rahayu didalam nagari,










BAB III
PEMBAHASAN

Tari Radap Rahayu merupakan salah satu tari tradisional semi klasik yang berasal dari daerah Banjar, Kalimantan Selatan. Tari ini merupakan tari tradisional yang telah ada sejak zaman kerajaan Banjar berdiri hingga sampai sekarang. Awal mulanya tari Radap Rahayu disusun/diciptakan berdasarkan upacara Bantam/puja Bantam (puja-pujaan/berdoa) yang dilakukan untuk keselamatan kapal Raden Putra Suryanata yang baru saja kembali dari Kerajaan Majapahit ke negara asalnya di negara Dipa (Amuntai). Selama perjalanan pulang ke negara Dipa (Amuntai), kapal Parabayaksa yang ditumpangi oleh Raden Putra Suryanata kandas di tengah perjalanan tepatnya di daerah Pambantanan (Lok Baintan) sungai Martapura, sehingga dilakukanlah pemujaan Bantam untuk keselamatan.
Pada dasarnya gerakan-gerakan tari Radap Rahayu tak jauh beda dengan tari-tari tradisional banjar pada umumnya, hanya gaya penyajian geraknya yang memberikan ciri khas etris kerjaan banjar yang sesuai dengan kebudayaan dan pola hidup masyarakat banjar.  Tari Radap Rahayu biasanya ditarikan oleh remaja putri dengan menggenakan baju layang, yaitu baju yang bagian bahunya terbelah, dengan jumlah minimal 3 orang atau lebih. Dan biasanya jumlah penari dalam tarian Radap Rahayu berjumlah ganjil.
Pada zaman dahulu tari Radap rahayu sangat terkenal di kalangan kerajaan Banjar. Tarian ini sering sekali dipentaskan untuk acara penobatan raja serta pembesar-pembesar kerajaan. Selain itu tarian radap rahayu juga sering dipentaskan untuk menyambut tamu-tamu kerajaan yang mengunjungi keraton serta untuk upacara pernikahan. Namun seiringnya waktu, tari Radap Rahayu mulai tenggelam seiring dengan runtuhnya kerajaan Dipa. Namun pada tahun 1995 seorang Budayawaan asli Banjar yang bernama Amir Hasan Kiai Bondan kembali menghidupkan tarian Radap Rahayu melalui sebuah Organisasi yang bernama PERPEKINDO ( Perintis Peradaban dan Kebudayaan Indonesia).
Dengan kegigihan Amir Hasan Kiai Bondan, tari radap rahayu kembali berkembang dan dikenal sampai dengan sekarang. Dan saat ini, tari Radap Rahayu sering ditarikan/dipentaskan pada acara-acara tertentu saja, misalnya untuk menyambut warga asing yang berkunjung ke daerah Banjar, upacara pernikahan (walau sekarang sangat jarang menemukan tarian-tarian tradisional pada upacara pernikahan) dan pada ajang pentas seni kebudayaan.
Adapun ragam gerakan-gerakan yang terdapat pada tari Radap Rahayu dapat dijabarkan sebagai berikut,

1.   Tarbang Layang
·           Gerak kaki jinjit keduanya,lutut ditekuk sedikit,berjalan cepat dengan langkah kecil-kecil,turun naik pada hitungan 2,4,6,8
·           Tangan kiri memegang cupu setinggi antara dada dan perut.
·           Gerak tangan dilimbaikan di atas cupu dan kesamping kanan badan berulang-ulang selaras dengan turun naik gerak kaki.
·           Gerak terbang layang ini berputar 2 kali putaran.
·           Duduk perlahan-lahan dengan kedua lutut menempel lantai,ujung jari kaki diekstensi, tumit menyangga pantat. Dilakukan 4 hitungan.
Letakkan cupu di lantai dengn 4 hitungan.

http://4.bp.blogspot.com/-L3ssBBkQ7o0/Tf9-7X7ZLnI/AAAAAAAAA9s/d_wQkCQ6cRw/s400/Terbang%2BLayang.png

                                            

2.   Limbai Kibas
·           Dari posisi duduk langsung masuk Limbai Kibas sambil berdiri. perlahan.
·           Limbai Kibas Kanan : Kedua tangan diayun ke atas kesamping badan dimulai sisi kanan badan.
·           Tangan kanan ayun tinggi lurus ke atas, tangan kiri setengah badan, dilakukan 4 hitungan, hitungan ke 4 pergelangan tangan dipatahkan tapak tangan menghadap ke atas , turun perlahan dengan 4 hitungan, dengan diikuti kedua tangan turun, kaki membentuk posisi jumanang bentuk huruf T kanan.
·           Limbai Kibas Kiri : Sebaliknya dari Limbai Kibas Kanan. Kaki membentuk posisi jumanang bentuk huruf T kiri.
·           Limbai Kibas ini dilakukan 4 kali

http://3.bp.blogspot.com/-FxTfbMau2yY/Tf9-EMGliJI/AAAAAAAAA9k/BcR1SJW14nk/s400/Limbai%2BKibas.png



3.   Dandang Mangapak
·           Kedua kaki jinjit menyangga tubuh, kedua tangan kanan dan kiri diangkat dikepakkan di atas kepala dengan hitungan 4, badan serong ke kanan.
·           Kedua tangan turun silang di depan badan sedikit ke bawah, posisi kaki bergerak pindah ke arah serong kiri dengan 4 hitungan.
·           Lakukan gerakan sebaliknya.
·           Dilakukan sebanyak 4 kali. Tiap 2 kali dtutup dengan golak bahu seiiring gerakan ayunan tangan ke depan telapak tangan ke depan. Penutup kedua dengan volume kecil sambil turun ke posisi duduk.

http://4.bp.blogspot.com/-nIkCPLSUS4Y/Tf97-YSl7FI/AAAAAAAAA9U/I5-c2LDKEEM/s400/Dandang%2BMangapak.png

4.   Mendoa ( Sesembahan )
·           Turun perlahan dengan posisi duduk lutut dan tumit depan menyangga tubuh. Badan naik turun dengan posisi sembah di bawah dagu (hit 2 X 4 )
http://1.bp.blogspot.com/-KgFCYc1-Q-8/Tf97fHJPUbI/AAAAAAAAA9M/sJxwQ7E53yQ/s320/11%2BSesembahan%2B-%2Bdoa.jpg

5.   Mambunga
·           Perlahan-lahan tangan dibuka, tangan kiri terbuka di atas cupu dan tangan kanan turun naik mengikuti irama lagu. Badan sedikit condong ke depan.
·           Setiap akhir lagu kedua tangan diputar di atas cupu seraya dikepakkan kesamping belakang kanan kiri ( kedua sisi badn )
·           Dilakukan satu lagu.

http://2.bp.blogspot.com/--usvue6PXxE/Tf96dtFOdLI/AAAAAAAAA9E/FxMVXNJjmi0/s400/Mambunga.png
6.   Alang Manari
·           Kedua kaki jinjit bergerak ke samping kanan – kiri.
·           Kedua tapak tangan di depan badan, tapak tanga menghadap ke luar dengan posisi miring ke kanan – kiri sesuai dengan arah berjalan ke samping kanan – kiri secara bergantian setiap 4 hit.
·           Kemudian kepakkan dan putar bergantianke kanan lalu ke kiri.
·           Dilakukan selama irama seperti terbang layang.

http://3.bp.blogspot.com/-Y60rlQOJPXo/Tf94xWRopjI/AAAAAAAAA80/ZnTA1GNnciQ/s320/10%2BAlang%2BManari.jpg

7.   Lontang Penuh
·           Basik kaki jumanang ( T ) kanan.
·           Tangan kiri di atas paha kiri, tangan kanan lurus serong ke depan kiri turun naik diikuti ayunan telapak tangan dengan 2 hit.,ayun tangan kanan limbai turun ke samping badan kanan bawah pinggul 2 hit.
·           Ganti kaki basik jumanang kiri, lakukan lontang penuh pada sisi kebalikannya.

http://2.bp.blogspot.com/-aXoVgmHS6B4/Tf94T0OtcqI/AAAAAAAAA8s/etBkFl2GrpQ/s320/7.%2BLontang%2Bsetengah.jpg

8.    Lontang Setengah
·           Basik kaki jumanang ( T ) kanan.
·           Tangan kiri di atas paha kiri, tangan lurus ke depan ( hit.1), serong ke kiri ( hit 2),ke depan (3), ke kanan ( hit 4 ), ke depan ( hi5 ), Hit 6,7,8 ayunan tangan kanan limbai turun ke samping badan kanan bawah pinggul.
·           Ganti kaki basik jumanang kiri, lakukan lontang setengah pada sisi kebalikannya.

http://1.bp.blogspot.com/-LzZsKK_7r2U/Tf93YwYQfxI/AAAAAAAAA8k/PrBhNqkEFlk/s320/7%2BLontang.jpg


9.    Gagoreh Sembadra
·           Kaki kiri dorong ke depan, putar tangan kanan lurus ke depan atas dan tangan kiri melintang di bawah siku tangan kanan ( hit.1,2)
·           Kaki kanan dorong ke depan, lakukan gerakan ini kebalikan dari Gagoreh Sembadra kanan. Gerakan ini cukup satu kali kanan dan satu kali kiri.


http://2.bp.blogspot.com/-adYkEuvfdmQ/Tf910UlPdKI/AAAAAAAAA8U/P4_HF5-sESY/s320/8%2BSubadra.jpg

10.  Gagoreh Srikandi
·           Basik kaki jumanang ( T ) kanan, pergelangan tangan kanan dan kiri diputar ke atas. Tangan kanan sebatas daun telinga kanan dan tangan kiri melintang di bawah siku tangan kanan ( hit 2 ) Posisi badn dan kepala agak dicondongkan kekanan saat melakukan gerakan ini.
·           Basik kaki jumanang ( T ) kiri, lakukan gerakan ini kebalikan dari Gagoreh Sembadra kanan. Gerakan ini cukup satu kali kanan dan satu kali kiri.


11. Mantang
·           Jumanang kanan ( T ) melebar kesamping.
·           Tangan kanan diputar ke atas sebatas daun telinga kanan dan tangan kiri putar lurus ke bawah sebatas pinggul kiri mengikuti kaki yang membuka.
·           Lakukan gerakan sebaliknya dengan memutar badan ke depan kanan.
·           Gerak Mantang ini dilakukan 2 kali samping kanan – kiri, jalan ke depan dengan tumpuan tumit depan untuk memutar badan ke kanan atau ke kiri bergantian dilakukan 4 kali. Berbalik jalan ke arah belakang 4 kali, kemudian berbalik kembali ke arah depan 2 kali dan ke samping kiri – kanan.

http://4.bp.blogspot.com/-K8itbzd-xys/Tf905GruI8I/AAAAAAAAA8M/DuDoIsJDF7E/s320/9%2BMantang.jpg


12. Tarbang Layang, seperti gerakan ( 1 )

13. Mendoa ( sesembahan ), seperti gerakan ( 4 )


14. Membunga, seperti gerakan ( 5 )
·           Gerakan terakhir hit, 7 putar tangan masing-masing ke dua sisi badan dan hit. 8 ambil cupu dengan tangan kiri dan ujung selendang di tangan kanan pindahkan ke lengan kiri.
·           Kemudian berdiri untuk melakukan gerak Tapung Tawar.

15. Tapung Tawar
·           Berjalan ke arah 4 penjuru mata angin ( Paksina, Masyrik,Daksina ,Magrib ) setiap lagu diawali dari jalan ke depan.
·           Dimulai melangkah kaki kanan hit 1 diikuti tangan kanan limbai di atas cupu, hit 2 melangkahkan kaki kiri diikuti limbai ke samping belakang badan.
·           Melangkah kaki kanan hit 3 diikuti tangan kanan limbai di atas cupu, hit 4 melangkahkan kaki kiri diikuti limbai ke samping belakang badan, hit 5 limbai ke depan di atas cupu (posisi kaki kanan masih di belakang ) hit 6,7 gerak pergelangan tangan ke kanan – kiri, hit. 8 ambil beras kuning langsung ditabur ke atas.
·           Berikutnya diulang gerakan ini sampai empat penjuru.

http://2.bp.blogspot.com/-uJxAaczKY84/Tf9zTxDZPTI/AAAAAAAAA8E/Oz3MEHQnd2k/s400/Tapung%2BTawar.png

16. Puja Bantam ( Sasar Selendang )
·           Duduk seperti ragam mendoa, ambil kedua ujung selendang.
·           Badan diangkat, kedua tangan angkat lurus ke depan dan putar pergelangan tangan.
·           Tarik tangan kanan ke samping belakang kanan dengan diikuti pandangan mata dan badan condongkan ke belakang.
·           Bergantian untuk gerak tangan kiri, lakukan kebalikan derak seperti pada point ( 3 ).
·           Sasar Selendang dilakukan 3 kali ( kanan,kiri,kanan), langsung berdiri mengikuti irama lagu untuk melakukan gerak Angin Tutus.

http://1.bp.blogspot.com/-SZUM5cmhO8k/Tf9yYAuDwDI/AAAAAAAAA78/bkqCk6OAcLs/s400/Puja%2BBantam.png

17. Angin Tutus
·           Gerak basik kaki seperti terbang layang. Tangan kanan direntangkan lurus ke atas dan tangan kiri lurus ke samping bawah dengan gerak memutar ke kanan lalu balas ke kiri dan seterunya.
·           Duduk kembali kemudian ambil cupu dan berdiri kembali

http://1.bp.blogspot.com/-et0tEZ_UiGk/Tf9npWZm2nI/AAAAAAAAA7E/E2D95T2ZBIk/s320/16%2BAngin%2BTutus.jpg

18. Tarbang Layang ( Penutup )

                                                                                                                              
BAB IV
PENUTUP
A.      Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat ditarik dari pembuatan makalah ini yaitu :
1.        Tari merupakan seni yang mengekspresikan sebuah perasaan yang tertuang dalam gerakan-gerakan indah atau mimik muka yang mempunyai makna di setiap geraknya.
2.        Tari tradisional merupakan sebuah tarian yang terlahir dari berbagai upacara adat yang memiliki nilai filosofi, simbolis, dan religious yang telah diwariskan turun temurun sejak zaman dahulu.
3.        Seni tari suku banjar terbagi menjadi dua, yaitu seni tari yang dikembangkan di lingkungan istana (keraton), dan seni tari dikembangkan oleh rakyat.
4.        Tari radap Rahayu yaitu tari tradisional yang berasal dari Kalimantan selatan yang disajikan oleh para wanita secara berkelompok atau bersama-sama dengan jumlah yang ganjil dalam rangka penobatan raja, menyambut tamu-tamu agung serta upacara pernikahan.
5.      Adapun ragam-ragam gerak tari radap rahayu yaitu Tarbang layang, Limbai kipas, Dandang Mangapak, Mandoa (sembahan), Mambunga, Alang Manari, Lontang Penuh, Lontang Setengah, Gagoreh Sembadra, Gagoreh Srikandi, Mantang, Tarbang layang seperti gerakan (1), Mendoa ( sesembahan ), seperti gerakan ( 4 ), Membunga, seperti gerakan ( 5 ), Tapung Tawar, Puja Bantam ( Sasar Selendang ), Angin Tutus, Tarbang Layang ( Penutup ).

B.       Saran
Saran yang dapat disampaikan penulis dalam makalah ini yaitu hendakanya dengan membaca makalah ini, pembaca sadar akan pentingnya kesenian tari tradisional khususnya Tari Radap Rahayu yang merupakan tari tradisional khas banjar yang perlu dilestarikan agara anak-cucu kelah bisa mengenal kesenian tari tradisional daerahnya sendiri.

DAFTAR PUSTAKA

Desy Handayani, 2013. Tari Radap Rahayu. http://desyhandayani07.blogspot.com. Diakses Tanggal 07 Januari 2016 pukul 14.00 wita.
                            
Khofifah, 2011. Tari Radap Rahayu. http://seni-khofifah.blogspot.com. Diakses tanggal 07 Januari 2016 pukul 14.05 wita.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar